Lebih dari Lima Tahun Bertahan, Senam Minggu Pagi di Taman Suralaya Makin Diminati


Cilegon, (KBN.COM)Pemandangan berbeda terlihat di Taman Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, setiap Minggu pagi. Saat sebagian masyarakat masih menikmati waktu libur, ratusan warga justru memadati ruang terbuka hijau tersebut untuk mengikuti kegiatan senam bersama yang telah menjadi tradisi selama lebih dari lima tahun.

 

Sejak pukul 06.00 WIB, alunan musik olahraga mulai menggema di tengah udara pagi yang masih sejuk. Peserta dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, ibu rumah tangga, pekerja, hingga lanjut usia, tampak antusias mengikuti setiap gerakan yang dipandu instruktur dari Sanggar Senam Sehat Suralaya.


Kegiatan yang digelar pada Minggu (19/7/2026) itu bukan sekadar olahraga rutin. Senam bersama telah berkembang menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat hubungan antarwarga sekaligus membangun budaya hidup sehat di lingkungan Kelurahan Suralaya.


Sanggar Senam Sehat Suralaya lahir dari inisiatif masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pentingnya menjaga kesehatan. Tanpa dipungut biaya dan terbuka untuk siapa saja, komunitas ini konsisten menghadirkan berbagai jenis senam, mulai dari senam kebugaran, senam irama, senam lansia hingga gerakan yang disesuaikan bagi peserta dengan keterbatasan fisik.


Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama kegiatan tersebut. Para instruktur secara sukarela meluangkan waktu untuk membimbing peserta, sementara warga saling memberikan motivasi agar tetap aktif berolahraga.


Suasana penuh energi terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Di bawah rindangnya pepohonan Taman Suralaya, ratusan peserta bergerak serempak mengikuti irama musik. Keringat yang bercucuran seolah menjadi simbol komitmen warga dalam menjaga kebugaran tubuh.


Lebih dari sekadar aktivitas fisik, senam pagi ini menjadi media memperkuat silaturahmi.
"Saya sudah ikut senam di sini sejak tiga tahun lalu. Dulu badan sering pegal dan cepat lelah. Sekarang jauh lebih segar. Yang paling menyenangkan bisa bertemu tetangga, mengobrol, dan saling menyemangati," ujar Siti, salah seorang peserta.


Hal serupa disampaikan Umar (65). Menurutnya, gerakan senam yang disesuaikan dengan usia membuat para lansia tetap nyaman mengikuti kegiatan.


"Minggu pagi rasanya belum lengkap kalau belum senam di Taman Suralaya. Di sini semua akrab, tidak ada yang merasa asing," katanya.


Usai senam, suasana keakraban semakin terasa. Warga berkumpul di sejumlah titik taman, menikmati bekal makanan dan minuman bersama sambil berbincang mengenai berbagai persoalan lingkungan maupun aktivitas sehari-hari. Anak-anak pun memanfaatkan ruang terbuka itu untuk bermain dengan bebas.


Momentum tersebut menjadikan Taman Suralaya bukan hanya sebagai fasilitas publik, tetapi juga ruang sosial yang menghidupkan nilai kebersamaan di tengah masyarakat.


Pengurus Sanggar Senam yang dipimpin Bunda Wiwi juga terus mengampanyekan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Setiap selesai kegiatan, peserta diajak membuang sampah pada tempatnya, merawat tanaman, serta menjaga fasilitas taman agar tetap nyaman digunakan masyarakat.


Langkah sederhana itu mendapat dukungan dari aparat kelurahan dan tokoh masyarakat yang menilai kegiatan senam bersama memiliki dampak positif, tidak hanya bagi kesehatan, tetapi juga terhadap penguatan solidaritas sosial.


Keberlangsungan Sanggar Senam Sehat Suralaya menjadi bukti bahwa membangun budaya hidup sehat tidak selalu membutuhkan fasilitas mewah ataupun biaya besar. Berbekal semangat sukarela, kepedulian, dan konsistensi, warga mampu menghadirkan aktivitas yang memberi manfaat nyata bagi lingkungan.


Di tengah meningkatnya gaya hidup kurang aktif akibat penggunaan gawai dan padatnya aktivitas sehari-hari, gerakan yang tumbuh dari masyarakat seperti ini menjadi contoh bagaimana ruang publik dapat dimanfaatkan untuk membangun komunitas yang sehat, produktif, dan harmonis.


Senam Minggu pagi di Taman Suralaya kini telah menjelma menjadi identitas sekaligus kebanggaan warga. Bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang merawat kesehatan, mempererat persaudaraan, dan menjaga semangat gotong royong yang terus hidup di tengah masyarakat.

 

(Genta/Red*)


Post a Comment

أحدث أقدم