Cilegon, (KBN.COM)– Di tengah tekanan industri baja nasional, manajemen PT Krakatau Steel (Persero) Tbk memilih menempuh jalan spiritual sekaligus strategis. Lewat istighosah dan buka puasa bersama, perusahaan baja pelat merah itu mengumpulkan ulama, tokoh masyarakat, akademisi, mahasiswa hingga unsur Forkopimda di The Royale Krakatau Hotel, Rabu (25/2/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Tokoh Ulama Banten Embay Mulya Syarief, jajaran Forkopimda Cilegon dan Kabupaten Serang, Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), direksi dan komisaris Krakatau Steel Group, serta perwakilan pemuda dan mahasiswa Banten.
Acara ini bukan sekadar agenda seremonial Ramadan. Manajemen menyebutnya sebagai momentum penguatan sinergi sekaligus komitmen kebangkitan industri baja nasional.
Direktur Utama Krakatau Steel, Muhamad Akbar Djohan, menegaskan bahwa 2026 menjadi periode pembuktian bagi perseroan.
“Ramadan adalah momen refleksi. Tahun ini adalah tahun pertaruhan bagi kami untuk membuktikan kinerja dan mempertahankan core business baja nasional,” ujarnya.
Ia secara terbuka meminta dukungan dan doa seluruh elemen masyarakat agar transformasi perusahaan berjalan konsisten. Menurutnya, menjaga keberlanjutan bisnis baja bukan hanya kepentingan korporasi, tetapi juga bagian dari menjaga fondasi industri nasional.
Sebagai mother of industry, baja memegang peran vital dalam pembangunan infrastruktur, manufaktur, hingga proyek strategis nasional. Karena itu, dukungan lintas sektor, termasuk modal kerja dan kebijakan yang kondusif, dinilai menjadi faktor kunci keberlangsungan industri ini.
Tak berhenti pada dzikir dan doa bersama, kegiatan ini juga diisi dengan penandatanganan kerja sama strategis antara Krakatau Steel Group dan Pemerintah Kota Cilegon.
Fokusnya jelas: optimalisasi aset dan infrastruktur bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.
Langkah ini menjadi bagian dari semangat “Krakatau Steel Reborn” — sebuah agenda transformasi untuk menjadikan perusahaan lebih tangguh, kompetitif, dan adaptif menghadapi dinamika pasar global.
Manajemen juga menegaskan bahwa seluruh subholding dan anak perusahaan diarahkan tetap solid mendukung penguatan bisnis inti baja. Konsolidasi internal dinilai krusial agar Krakatau Steel tidak lagi terfragmentasi, melainkan bergerak dalam satu komando strategis.
Di penghujung acara, jajaran manajemen menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh tamu undangan, menegaskan komitmen menjaga silaturahmi dan kepercayaan publik.
“Semoga sinergi ini terus terjaga. Kami ingin Krakatau Steel terus memberi kontribusi nyata bagi Cilegon, Banten, dan Indonesia,” tutup Akbar.
Di tengah tantangan industri baja yang fluktuatif, langkah spiritual dan strategis ini menjadi pesan simbolik: kebangkitan industri tak hanya dibangun lewat angka dan laporan keuangan, tetapi juga lewat kolaborasi, kepercayaan, dan dukungan seluruh elemen masyarakat.
(Yan/Red*)

إرسال تعليق