
CILEGON, (KBN,COM)- Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI) DPC Purwakarta, Kota Cilegon, menggelar doa bersama dan gembrung sebagai ajang silaturahmi antar perguruan pencak silat.
Kegiatan berlangsung di kawasan Bukit 5 Jari, Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Minggu (21/09/2026) sore hingga malam.
Acara tersebut dihadiri Ketua DPP TTKKBI, DPW TTKKBI Banten, Ketua DPD TTKKBI, pengurus IPSI Kota Cilegon, Camat Purwakarta, lurah se-Kecamatan Purwakarta, ratusan pengurus TTKKBI se-Kota Cilegon, perwakilan perguruan silat, pengurus RT/RW, tokoh masyarakat, serta tamu undangan.
Ketua Pelaksana yang juga pengurus DPC TTKKBI Purwakarta, Rahmatulloh, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir.
"Terima kasih banyak tak terhingga semua pengurus TTKKBI Kota Cilegon sudah berpartisipasi, para tamu undangan hadir dalam acara ini. Terkhusus tuan rumah Akhyadi Yusuf yang juga pembina TTKKBI Purwakarta," ujar Rahmatulloh.
Ia menjelaskan, kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi antar kader TTKKBI dan perguruan silat untuk memperkuat persatuan dalam melestarikan budaya Banten. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peresmian Cafe Bukit 5 Jari yang akan dibuka pekan depan.
"Semoga TTKKBI terus kompak dan melestarikan budaya hingga kancah nasional. Jangan pernah putus silaturahmi dan padam karena perbedaan pandangan," katanya.
Sementara itu, Penasehat TTKKBI DPW II Cilegon, Jubaidi Abdul Jabar atau akrab disapa Kang Bedi, mengajak generasi muda Cilegon untuk aktif belajar pencak silat.
"Lestarikan terus budaya dan jaga warisan leluhur yang telah memberikan ilmunya kepada kita semua. Banten budayanya tidak pernah habis dalam dunia persilatan," ujar Kang Bedi.
Menurutnya, menjaga budaya merupakan bentuk penghormatan kepada pendahulu. Ia mengajak seluruh perguruan silat di Cilegon untuk bersatu dalam wadah TTKKBI.
"Mari bersatu semua perguruan pencak silat di Cilegon dalam wadah TTKKBI, bersama kita bisa," katanya.
Ketua Umum Pusat TTKKBI, Tb. Arif Hidayat, turut mengapresiasi kebersamaan yang terjalin.
"Alhamdulillah kita bisa berkumpul bersama, pada intinya silaturahmi sekaligus membuka kedai kopi dan nantinya dirutinkan latihan bersama untuk keluarga besar," kata Arif.
Arif menegaskan, TTKKBI hadir untuk mempersatukan semua perguruan tanpa memandang aliran dan logo, dengan semangat "Silaturahmi Ratakan".
"Apapun perguruannya, apapun alirannya, TTKKBI insya Allah akan mempersatukan dalam silaturahmi. Jangan sampai ego. Ayo kita bersama-sama menjaga warisan leluhur kita, menjaga seni budaya khususnya pencak silat," tegasnya.
Ia menambahkan, Banten dikenal sebagai tanah jawara, pendekar, dan ulama yang harus dijaga bersama.
"Banten dikenal banyak tokoh jawara, pendekar, para alim ulama. Maka kita selagi pendekar, selagi jawara, wajib menjaga para ulama kita," pungkas Arif.
(Yan*/Red)

إرسال تعليق