‎Pembina TTKKBI Purwakarta Ahyadi Yusuf Apresiasi Gembrung Bersama di Bukit 5 Jari Cilegon ‎


Cilegon, (KBN,COM)- Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI) DPC Purwakarta, Kota Cilegon, menggelar doa bersama dan gembrung sebagai ajang silaturahmi antar perguruan pencak silat.

‎Kegiatan tersebut digelar di kawasan Bukit 5 Jari, Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Minggu (21/9) sore hingga malam.

‎Acara dihadiri jajaran pengurus DPP TTKKBI, DPW TTKKBI Banten, DPD TTKKBI, IPSI Kota Cilegon, Camat Purwakarta, lurah Se-Kecamatan Purwakarta, ratusan pengurus TTKKBI se-Kota Cilegon, perwakilan perguruan silat, RT/RW, hingga tokoh masyarakat.

‎Pembina TTKKBI DPC Purwakarta sekaligus owner Cafe Bukit 5 Jari, Ahyadi Yusuf, mengapresiasi terlaksananya kegiatan gembrung bersama tersebut.

‎"Terima kasih atas kerja sama pengurus TTKKBI Purwakarta dalam acara gembrung bersama dan silaturahmi ini," ujar Ahyadi.

‎Ahyadi berharap kegiatan ini menjadi wasilah untuk terus melestarikan budaya dan memperkuat persatuan antar perguruan pencak silat di Kota Cilegon.

‎Ia menilai TTKKBI memiliki nilai lebih karena tidak hanya mengusung seni budaya, tetapi juga nilai spiritual.

‎"Pusat budaya, khususnya TTKKBI. Kita akan mempertahankan warisan-warisan dari karuhun kita terdahulu. Satu hal yang saya tertarik di TTKKBI adalah silaturahmi ratakan, jadi ini buat saya ada nilai-nilai spiritualnya, tidak semata-mata seni budaya pencak silat," katanya.

‎Ahyadi menjelaskan, Cafe Bukit 5 Jari yang menjadi lokasi acara pada tahap awal akan dibuka setiap Sabtu dan Minggu.

‎"Ini awal-awal kita buka Sabtu Minggu saja. Bentuknya warung kopi. Di depan insya Allah nanti kalau lihat perkembangannya kita akan buka cafenya," ujarnya.

‎Terkait penamaan Bukit 5 Jari, Ahyadi menyebut nama tersebut dipilih agar lebih kekinian dan berada di tengah antara wilayah Kecinan dan Kedurung.

‎"Sampai hari ini belum bisa menjabarkan lima jari ini. Tadinya kan ini antara Pecinan sama Kedurung. Orang ada kesan Kedurung itu terlalu tinggi, pecinan di bawah. Jadi kita ambil tengahnya di sini, ada ide yang lebih kekinian pakai lima jari, biar orang bertanya-tanya," jelasnya.

‎"Belum, takut saya salah nanti. Nanti kita akan sampaikan, yang sudah pasti lima itu Islami," tambahnya.

‎Ke depan, Ahyadi ingin keberadaan TTKKBI dan Cafe Bukit 5 Jari dapat memberdayakan masyarakat sekitar.

‎"Saya ingin melibatkan partisipasi masyarakat setempat sehingga keberadaan TTKKBI di sini itu bermanfaat untuk masyarakat lingkungan setempat. Jadi kita tidak semata-mata bisnis, tapi kita ingin memberdayakan juga masyarakat setempat," pungkasnya.

‎(Yan*/Red)

Post a Comment

أحدث أقدم