Komisi I DPRD Cilegon Soroti Alat Damkar dan BPBD Tak Layak, Dorong Penambahan Anggaran APBD Perubahan



‎CILEGON, (KBN,COM) - Komisi I DPRD Kota Cilegon menggelar rapat kerja dengan empat mitra OPD yang menangani ketertiban dan keselamatan, Senin (15/9/2026)

‎Empat OPD tersebut adalah Kesbangpol, Damkar, BPBD, dan Satpol PP. Pembahasan fokus pada keterbatasan anggaran di tengah kebijakan efisiensi dan potensi penurunan pendapatan daerah sekitar 102 Miliar di tahun 2027.

‎Ketua Komisi I DPRD Cilegon Ahmad Hafiz mengatakan, keempat OPD ini sangat vital karena berhubungan langsung dengan keselamatan masyarakat.

‎Damkar dan BPBD Butuh Peremajaan Alat

‎Memasuki musim kemarau dan menjelang musim hujan, laporan kebakaran meningkat. Terbaru kebakaran terjadi di wilayah Kerenceng akibat pohon dan alang-alang yang kering karena cuaca panas ekstrem.

‎Selain itu, posisi Kota Cilegon yang berdekatan dengan kawasan industri dan Gunung Krakatau membuat potensi bencana tidak hanya bencana alam, tetapi juga bencana industri.

‎"Kami mendorong usulan dari teman-teman OPD dan ini harus diprioritaskan karena ini menyangkut keselamatan," ujar Hafidz

‎Dari Damkar, kondisi mobil pemadam kebakaran dilaporkan sudah tidak layak karena usia yang sudah tua. Sementara di BPBD, sejumlah peralatan penanggulangan bencana juga sudah tidak layak fungsi.

‎"Permajaan alat-alat. Nah di tengah efisiensi ini keterbatasan anggaran saya mengapresiasi kepada beberapa OPD yang saat ini pun masih menjalankan aktivitasnya dengan semangat sesuai dengan SOP," kata Hafidz

‎Komisi I mendorong agar usulan peremajaan alat Damkar dan BPBD bisa terealisasi di APBD Perubahan 2026.

‎Anggaran Bencana Belum Ideal

‎Hafiz menegaskan, terkait anggaran penanggulangan bencana, Komisi I menilai anggarannya masih jauh dari ideal.

‎"Belum ideal, jauh sekali ya. Makanya untuk di perubahan ini kita akan dorong bagaimana ini menyangkut nyawa seseorang yang harus kita bantu dan antisipasi," tegasnya.

‎Untuk Satpol PP, Komisi I juga menyoroti anggaran operasional lapangan. Akibat efisiensi, anggaran untuk sidak, turun ke lapangan, hingga uang makan petugas terpangkas.

‎"Tadi keluhannya adalah ketika dipangkas anggaran untuk sidak dan ke lapangan itu, untuk uang makan dan lain sebagainya teman-teman di lapangan itu tidak ada. Maka ini juga saya minta agar dianggarkan supaya mereka bekerja tuh gak ogah-ogahan," ujar Hafiz

‎Dorong Sosialisasi Call Center di Videotron

‎Hafiz menilai sisi kinerja, Komisi I mengapresiasi quick response atau respon cepat OPD dalam menangani laporan kebakaran dan bencana.

‎Namun, Komisi I menekankan pentingnya keterbukaan komunikasi kepada masyarakat.

‎"Ada beberapa contoh bukan di Kota Cilegon, di daerah lain ada yang kebakaran itu sampai habis dulu baru mereka datang karena susahnya komunikasi," Tegas Hafiz

‎Komisi I mengusulkan agar nomor call center darurat Damkar dan BPBD disosialisasikan melalui videotron di titik-titik strategis Kota Cilegon.

‎"Rencana kita kalau memang dibolehkan di videotron, masing-masing OPD itu menyampaikan ketika terjadi sesuatu. Contoh kayak BPBD, ketika ada sesuatu, masyarakat itu bisa menghubungi call centernya ini. Jadi semua itu bisa mengakses," pungkas Hafiz

‎(Yan*/Red)

Post a Comment

أحدث أقدم