‎Revitalisasi Pasar Kranggot Menunggu Hasil Penilaian KPKNL, Investor Dipilih Lewat Lelang

 

   Keterangan Foto: Didin S. Maulana
(Kepala Dinas Disperindag Kota Cilegon) 

‎Cilegon, (KBN,COM)-Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon terus mematangkan rencana revitalisasi Pasar Kranggot, Melalui Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kota Cilegon. Saat ini, proyek tersebut masih menunggu hasil penilaian aset dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) sebelum masuk ke tahap lelang untuk menentukan investor

‎Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon, Didin S. Maulana, mengatakan pendataan kios dan los serta penyerapan aspirasi pedagang telah rampung. Tahapan selanjutnya adalah rapat tim sembari menunggu hasil penilaian aset.


‎"Disperindag Cilegon  sudah melakukan pendataan ulang dan menampung aspirasi pedagang. Setelah itu tim akan kembali menggelar rapat sambil menunggu hasil penilaian aset, karena bangunan pasar juga harus dinilai terlebih dahulu,” kata Didin Saat Temui, Rabu (5/8).

‎Didin menegaskan, hingga kini belum ada investor yang ditunjuk. Seluruh proses pemilihan mitra akan dilakukan melalui mekanisme lelang meski pembiayaan revitalisasi berasal dari pihak swasta.


‎“Belum ada pihak ketiga. Nanti akan diumumkan dan dipilih melalui proses lelang. Meskipun pembiayaannya dari swasta, mekanismenya tetap lelang,” ujarnya.

‎Revitalisasi Pasar Kranggot akan menggunakan skema Build Operate Transfer (BOT) atau bangun guna serah. Melalui skema ini, investor akan membangun sekaligus mengelola pasar dalam jangka waktu tertentu sebelum aset dikembalikan kepada pemerintah.

‎Selama masa kerja sama, pengelolaan pasar dilakukan oleh investor dengan pengawasan dari Pemkot Cilegon.

‎“Kurang lebih selama 20 tahun dikelola swasta, tetapi pemerintah tetap melakukan pengawasan agar pengelolaan tidak merugikan pedagang. Pesan Pak Walikota, pedagang jangan sampai dirugikan,” katanya.

‎Nilai investasi revitalisasi diperkirakan mencapai Rp100 miliar hingga Rp150 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun sekitar 2.400 kios dan los, termasuk penataan area parkir serta fasilitas pendukung lainnya.

‎Saat ini, dari sekitar 2.400 kios dan los yang tersedia, baru sekitar 1.200 unit yang aktif ditempati pedagang. Menurut Didin, kapasitas yang masih tersedia cukup untuk menampung pedagang yang selama ini berjualan di luar area pasar.

‎“Pedagang yang berjualan di luar sudah kami data. Insyaallah semuanya bisa masuk ke dalam karena kapasitas kios dan los masih mencukupi,” ujarnya.

‎Pemkot Cilegon berharap revitalisasi ini dapat memusatkan seluruh aktivitas perdagangan di dalam kawasan Pasar Kranggot sehingga tidak ada lagi pedagang yang berjualan di badan jalan dan mengganggu kelancaran lalu lintas.

‎Sementara itu, terkait tarif sewa setelah revitalisasi, Didin menyebut mekanismenya akan diatur oleh pengelola sesuai perjanjian kerja sama dengan pemerintah. Adapun selama proses persiapan revitalisasi, pedagang masih belum dikenakan pungutan. 


‎(Yan/Red*)

Post a Comment

أحدث أقدم