‎Refleksi HUT RI 81, Menjaga Persatuan Bangsa Dan Budayakan Semangat Gotong Royong ‎

 


‎Ditulis Oleh: Hidayatulloh, SE.                                      

‎Cilegon, (KBN,COM) - Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan tema resmi untuk peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 2026. Tema HUT RI ke-81 yang diusung adalah "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur", sebuah frasa yang mencerminkan aspirasi besar bangsa dalam menyongsong masa depan.


‎Indonesia Berdaulat : Dari Indonesia berdaulat Menegaskan bahwa  pentingnya kemandirian bangsa dalam mengelola sektor-sektor vital seperti ekonomi, pangan, energi, dan teknologi. Kedaulatan di sini tidak lagi dimaknai sebagai simbol sekadar sebagai penjagaan batas wilayah darat, laut, dan udara, tetapi juga sebagai kemampuan bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri di tengah tekanan dan dinamika global, tanpa mudah diintervensi oleh kekuatan luar.


‎Indonesia Adil : Menyoroti pentingnya untuk  pemerataan kesempatan dari ketimpanganbagi seluruh warga negara, mulai dari akses pendidikan, layanan kesehatan, lapangan pekerjaan, hingga pembangunan infrastruktur dari Sabang sampai Merauke. Nilai ini menegaskan bahwa hasil pembangunan tidak boleh hanya dinikmati oleh sebagian kelompok atau wilayah tertentu, melainkan harus dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk di daerah tertinggal dan terpencil.


‎Indonesia Makmur : Menjadi muara dari dua nilai sebelumnya, yaitu terwujudnya kesejahteraan nyata masyarkat  yang dirasakan langsung oleh setiap keluarga Indonesia melalui pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Kemakmuran ini diharapkan tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga dari kualitas hidup masyarakat sehari-hari.


‎Menjaga Persatuan Dan Kesatuan Bangsa Indonesia

‎Persatuan dan kesatuan merupakan dua konsep yang saling kombinasi berkaitan erat dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Persatuan mengacu pada proses penyatuan berbagai elemen masyarakat yang beragam menjadi satu kesatuan yang utuh. Sementara itu, kesatuan merujuk pada hasil dari proses persatuan tersebut, yaitu kondisi masyarakat yang telah bersatu dan memiliki kesamaan tujuan.


‎Mendorong Pembangunan Nasional

‎Dengan bersatu, energi dan sumber daya bangsa dapat diarahkan pada tujuan-tujuan pembangunan yang konstruktif. Hal ini memungkinkan Indonesia untuk lebih cepat mencapai kemajuan di berbagai bidang, seperti ekonomi, pendidikan, dan teknologi.


‎Melestarikan Kekayaan Budaya

‎Persatuan dalam keberagaman memungkinkan berbagai budaya di Indonesia untuk hidup berdampingan dan saling memperkaya. Ini menjadi modal berharga dalam melestarikan warisan budaya bangsa. Sebab budaya harus turunkan turun temurun anak cucu sampai cicit, Perkembangan zaman digitalisasi serba kompleks, namun tetap  mempertahankan budaya yang ada.


‎Meningkatkan Partisipasi dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

‎Partisipasi aktif warga negara memperkuat rasa memiliki terhadap negara. Tingkatkan partisipasi dengan:

‎Menggunakan hak pilih dalam pemilihan umum.

‎Berpartisipasi dalam musyawarah di tingkat komunitas.

‎Memberikan masukan konstruktif terhadap kebijakan pemerintah.

‎Mengedepankan Dialog dan Musyawarah.


‎Budayakan  Gotong Royong

‎Gotong royong adalah salah satu ciri khas yang masih melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Secara garis besar, gotong royong tertuang pada pancasila dalam sila ke tiga yang berbunyi Persatuan Indonesia.


‎Gotong royong telah mendarah daging dan bahkan menjadi kepribadian bangsa, serta sebagai budaya yang sudah berakar kuat dalam kehidupan masyarakat. Selain itu, sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat yang hampir semua daerah di Indonesia menanamkan nilai gotong royong.


‎Dengan semangat gotong royong semua permasalahan bangsa bisa teratasi, dengan contoh kecil, pada saat sesama masyarakat hidup berdampingan depan misal roboh,  kita ada yang Tentunya kita  harus membantu rumah tersebut dari puing-puing berserakan, bantu secara material dan penguatan secara sosial.


‎Para pahlawan kita tidak terlepas dari gotong royong untuk bagaimana mengusir penjajah di indonesia. Itulah sebabnya gotong royong bisa solusi setiap permasalahan. Dengan semangat itu mari tetap budayakan gotong royong ditengah Modernisasi.

‎Gotong-royong dapat menjadi dasar nasionalisme Indonesia yang dibangun atas dasar kebersamaan, bahkan memiliki dimensi kemanusiaan yang justru dapat menjadi pengikat kebersamaan antarbangsa. Sebab, makna gotong royong dalam pandangan Soekarno yaitu kerja bersama-sama, saling bantu, bantu-membantu, kerja sama, musyawarah untuk mufakat dan saling menghargai sebagai bangsa.



‎(Yan/Red)

Post a Comment

أحدث أقدم