‎Mas Sudaryono Pimpin Badan Gizi Nasional (BGN), Ketua Gerak UMKM Cilegon sekaligus Pengurus DPN HKTI Handriyansyah (Dandy) Nilai Sosok Tepat Kawal Program Makan Bergizi Gratis

‎​


Cilegon, (KBN,COM) — Penunjukan tokoh nasional dalam struktur strategis pemerintahan kembali mendapat apresiasi luas. Handriyansyah, yang akrab disapa Dandy—selaku Ketua Gerak UMKM Kota Cilegon sekaligus Pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bidang Kehutanan Sosial dan Hutan Adat—menilai kepemimpinan Mas Sudaryono sebagai nakhoda baru Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan langkah yang sangat tepat.

‎​Menurut Dandy, Presiden Prabowo Subianto telah menempatkan figur yang paling relevan. Pasalnya, Mas Sudaryono yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPN HKTI periode 2025–2030 memiliki rekam jejak, pemahaman mendalam, serta keterlibatan langsung sejak awal perumusan gagasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

‎​"Selamat kepada Mas Sudaryono atas amanah baru sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Semoga beliau senantiasa diberikan kesuksesan dan kelancaran dalam menjalankan tugas negara demi kemaslahatan masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Dandy saat memberikan keterangan pers, Kamis (23/7/2026).

‎​Ia optimistis, di bawah kepemimpinan figur yang energik dan visioner tersebut, BGN akan bertransformasi menjadi lembaga yang semakin profesional, akuntabel, dan berfokus penuh dalam merealisasikan target besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi nasional.

‎​"Semoga amanah ini membawa keberkahan serta menjadi momentum besar untuk mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Saya sangat yakin beliau mampu mengeksekusi program prioritas Presiden Prabowo Subianto dengan hasil yang optimal," tegasnya.

‎​Lebih lanjut, Dandy memaparkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis memiliki dimensi yang jauh melampaui sekadar penyediaan makanan di sekolah. Program ini merupakan instrumen strategis lintas sektor yang mengikat aspek kesehatan, pendidikan, hingga penggerak utama ekonomi kerakyatan.

‎​Sasaran besar dari kebijakan ini mencakup peningkatan status gizi masyarakat, percepatan penurunan angka stunting, penguatan kesehatan ibu dan anak, serta penciptaan fondasi sumber daya manusia (SDM) yang tangguh sejak usia dini.

‎​"Dampak turunan dari program ini sangat luar biasa. MBG menciptakan pasar domestik yang pasti bagi produk pertanian, peternakan, dan perikanan lokal, membuka lapangan kerja baru, serta mendongkrak pendapatan masyarakat. Ini bukan sekadar membagikan makanan bergizi, melainkan instrumen ampuh yang menghidupkan roda ekonomi rakyat—mulai dari petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga para penggerak di lini bawah," pungkas Dandy.


​(Yan/Red*)


Post a Comment

أحدث أقدم