Ribuan Obor Terangi Langit Cilegon, Muharam Culture Festival 2026 Satukan Syiar Islam dan Pelestarian Budaya


Cilegon, (KBN.COM) –
Ribuan cahaya obor menyala menerangi malam Kota Cilegon dalam gelaran Muharam Culture Festival 2026 yang diselenggarakan Dewan Kebudayaan Kota Cilegon di Alun-Alun Kota Cilegon, Kamis (25/6/2026). Festival ini menjadi simbol kuat perpaduan antara syiar Islam dan pelestarian budaya lokal yang dikemas dalam semangat hijrah, persatuan, dan kebersamaan masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cilegon (DKKC) Ayatulloh Khumaeni, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Banten Swedhi Ananta, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh budaya, tokoh pemuda, hingga berbagai elemen masyarakat.

Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cilegon Ayatulloh Khumaeni mengatakan, Muharam Culture Festival bukan sekadar perayaan menyambut Tahun Baru Islam, melainkan ikhtiar bersama menjaga identitas budaya yang berakar pada nilai-nilai spiritual Islam.

Menurutnya, festival yang berlangsung pada 25-26 Juni 2026 tersebut mengusung tema besar "Pelestarian Budaya yang Berakar pada Nilai-Nilai Spiritual Islam", sebagai upaya memperkuat harmoni antara tradisi dan kehidupan keagamaan masyarakat Cilegon.

"Festival ini mengusung semangat persatuan budaya sekaligus penguatan nilai-nilai spiritual keagamaan. Budaya dan agama harus berjalan beriringan sebagai identitas masyarakat Cilegon," ujar Ayatulloh.

Ia menjelaskan, festival melibatkan berbagai unsur mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh budaya, organisasi kemasyarakatan, komunitas budaya, pemuda, pelajar, mahasiswa, pesantren hingga masyarakat umum dari delapan kecamatan di Kota Cilegon.

Berbagai rangkaian kegiatan turut memeriahkan festival tersebut, di antaranya prosesi penyatuan mata air dari delapan kecamatan di kawasan Tanah Wasang sebagai simbol persatuan masyarakat Cilegon, santunan kepada 260 anak yatim piatu, pagelaran seni budaya daerah, pertunjukan ekspresi budaya masyarakat, hingga pawai obor yang diikuti sekitar 800 peserta.

Tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, Muharam Culture Festival juga memberikan dampak ekonomi dengan melibatkan pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk-produk unggulannya kepada ribuan pengunjung yang hadir.

Ayatulloh menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival, mulai dari Kementerian Kebudayaan RI melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Banten, Pemerintah Kota Cilegon, para sponsor, donatur, relawan, media, hingga para pemuda yang menjadi motor penggerak kegiatan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo yang membuka acara secara resmi menyampaikan apresiasi kepada Dewan Kebudayaan Kota Cilegon atas konsistensinya menjaga dan menghidupkan kebudayaan daerah selama dua tahun terakhir.

Menurut Fajar, antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa kebudayaan masih memiliki tempat yang kuat di tengah perkembangan Kota Cilegon sebagai kota industri sekaligus kota santri.

"Pemerintah Kota Cilegon bersama seluruh komunitas kebudayaan memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya. Kebudayaan bukan hanya soal kesenian, tetapi menjadi rumah besar bagi seluruh pelaku budaya, seniman, hingga ekonomi kreatif," kata Fajar.

Ia menegaskan, pelestarian budaya tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar nilai-nilai budaya tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Menurutnya, Muharam Culture Festival menjadi contoh nyata bahwa tradisi keagamaan mampu berpadu dengan kekayaan budaya lokal tanpa kehilangan nilai-nilai spiritualnya.

"Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin menunjukkan bahwa Cilegon bukan hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga sebagai kota santri yang memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang terus dijaga bersama," pungkasnya.

Festival Muharam Culture 2026 pun menjadi panggung kebersamaan masyarakat Cilegon. Di bawah cahaya ribuan obor yang menyala, semangat hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan spiritual, tetapi juga sebagai komitmen bersama merawat budaya, memperkuat persatuan, dan menjaga identitas Kota Cilegon untuk generasi yang akan datang.

(Yan/Red*)

Post a Comment

أحدث أقدم