Cilegon, (KBN.COM) — Pengurus Karang Taruna Kota Cilegon terus bergerak memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat akar rumput. Melalui agenda bertajuk Road Show Silaturahmi dan Konsolidasi, organisasi kepemudaan itu turun langsung menyerap aspirasi pengurus kelurahan di Kecamatan Cibeber, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan yang digelar di Aula Kecamatan Cibeber itu dihadiri jajaran pengurus Karang Taruna Kota Cilegon, Camat Cibeber Sofan Maksudi, para lurah se-Kecamatan Cibeber, hingga pengurus Karang Taruna kelurahan.
Di tengah semangat silaturahmi pasca-Idulfitri, forum tersebut justru membuka fakta soal lemahnya konsolidasi organisasi di tingkat kecamatan. Pengurus Karang Taruna kelurahan secara terbuka mengeluhkan minimnya pembinaan dan kevakuman kepengurusan Karang Taruna Kecamatan Cibeber.
Koordinator Silaturahmi dan Konsolidasi Karang Taruna Kota Cilegon, Ayatulloh, menegaskan kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari agenda halal bihalal Karang Taruna Kota Cilegon yang sebelumnya digelar saat Ramadan.
“Ini bagian dari program Karang Taruna Kota untuk menyentuh grassroot atau akar rumput, khususnya pengurus Karang Taruna kelurahan. Tujuannya memperkuat organisasi dan membangun konsolidasi sampai tingkat bawah,” ujar Ayatulloh.
Ia menyebut, mayoritas pengurus Karang Taruna kelurahan hadir dan aktif memberikan masukan konstruktif terkait kondisi organisasi di wilayahnya masing-masing.
Menurut Ayat, konsolidasi ini bukan sekadar ajang temu kangen antarpengurus, melainkan momentum evaluasi organisasi secara menyeluruh. Dari hasil dialog, banyak ditemukan persoalan klasik yang selama ini belum terselesaikan.
“Ada pengurus yang SK-nya sudah habis, ada yang tidak aktif, bahkan teman-teman kelurahan merasa kurang mendapat pembinaan dari tingkat kecamatan,” katanya.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi alarm serius bagi keberlangsungan organisasi kepemudaan di Cibeber. Sebab, Karang Taruna sebagai organisasi sosial harus tetap hidup dan hadir di tengah masyarakat.
“Teman-teman kelurahan berharap pengurus Karang Taruna Kecamatan Cibeber bisa kembali aktif dan menjalankan fungsi pembinaan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kota Cilegon, Edi Firmansyah, menekankan bahwa Karang Taruna harus kembali pada jati dirinya sebagai organisasi sosial kepemudaan dan mitra strategis pemerintah daerah.
Menurutnya, organisasi tidak boleh hanya hadir secara administratif, tetapi harus benar-benar terlibat aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
“Karang Taruna harus hadir di tengah masyarakat. Organisasi ini bukan hanya papan nama, tapi harus menjadi motor kegiatan sosial dan kepemudaan,” ujar Edi.
Ia mengatakan, hasil konsolidasi di tiap kecamatan nantinya akan menjadi bahan evaluasi sekaligus rekomendasi kepada Pemerintah Kota Cilegon, termasuk kepada Wali Kota dan jajaran terkait.
“Keluhan dan aspirasi dari bawah akan kami jadikan rujukan untuk disampaikan kepada pemerintah daerah,” katanya.
Edi juga mengapresiasi dukungan Kecamatan Cibeber yang memfasilitasi kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kecamatan dan organisasi kepemudaan menjadi faktor penting dalam membangun partisipasi generasi muda.
Di sisi lain, Camat Cibeber Sofan Maksudi mendorong Karang Taruna agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ia meminta pemuda lebih adaptif, inovatif, dan mampu menciptakan kegiatan yang berdampak secara ekonomi.
“Kalau pemuda hanya menunggu, kita akan tertinggal. Pemuda harus bisa berinteraksi, beradaptasi, dan menciptakan aktivitas yang punya nilai ekonomi,” kata Sofan.
Ia bahkan mendorong lahirnya wadah ekonomi berbasis kepemudaan, seperti koperasi atau usaha kolektif yang dapat dikembangkan bersama pemerintah daerah dan lintas OPD.
Menurutnya, potensi pemuda di Cibeber cukup besar dan harus diarahkan menjadi kekuatan pembangunan sosial maupun ekonomi di tingkat kelurahan.
“Kita ingin potensi pemuda ini benar-benar diberdayakan. Karang Taruna harus mampu berkolaborasi dengan pemerintah dan menjadi solusi di masyarakat,” pungkasnya.
(Yan/Red*)

إرسال تعليق