Cilegon, (KBN.COM) — Suasana haru bercampur khidmat menyelimuti halaman DPRD Kota Cilegon, Senin (4/5/2026) sore. Rintik hujan yang turun menjelang keberangkatan justru menambah nuansa sakral saat ratusan jemaah haji Kloter 11 JKB resmi dilepas menuju Tanah Suci.
Sebanyak 387 jemaah haji asal Kota Cilegon diberangkatkan pada pukul 16.45 WIB untuk menunaikan rukun Islam kelima. Mereka dijadwalkan tiba di asrama haji sekitar pukul 21.00 WIB sebelum melanjutkan penerbangan ke Madinah keesokan harinya.
Pelepasan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Cilegon Robinsar, Ketua DPRD Cilegon Rizki Khairul Ichwan, unsur Forkopimda, serta jajaran Kementerian Agama dan tokoh ulama setempat.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Cilegon, Zarkoni, menjelaskan bahwa total jemaah dalam kloter ini mencapai 393 orang, termasuk petugas pendamping.
“Jumlah jemaah laki-laki 186 orang dan perempuan 201 orang. Didampingi enam petugas yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, tenaga medis, serta petugas haji daerah,” ujarnya.
Zarkoni juga mengungkapkan rentang usia jemaah yang cukup beragam. Jemaah tertua berusia 86 tahun, sementara yang termuda baru menginjak usia 18 tahun.
“Ini menunjukkan semangat luar biasa masyarakat untuk memenuhi panggilan ibadah haji, lintas generasi,” tambahnya.
Para jemaah dijadwalkan masuk Asrama Haji Embarkasi pada malam hari yang sama, sebelum diberangkatkan ke Madinah pada Selasa (5/5) pukul 21.00 WIB.
Wali Kota Cilegon Robinsar dalam sambutannya menyampaikan doa dan harapan bagi seluruh jemaah. Ia menyebut keberangkatan haji sebagai panggilan istimewa dari Allah SWT.
“Rintik hujan ini kita maknai sebagai keberkahan. Semoga seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran dalam beribadah, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur,” kata Robinsar.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Cilegon memberikan bantuan sebesar Rp500 ribu per jemaah sebagai bentuk perhatian dan dukungan.
Tak hanya itu, Robinsar menitipkan harapan kepada para jemaah untuk turut mendoakan Kota Cilegon agar menjadi daerah yang amanah, religius, dan penuh keberkahan.
Senada, Ketua DPRD Cilegon Rizki Khairul Ichwan turut menyampaikan pesan penuh harap. Ia meminta para jemaah tak hanya fokus beribadah, tetapi juga menjaga kesehatan selama di Tanah Suci.
“Kami mohon doa ketika Bapak/Ibu berada di depan Ka’bah. Doakan Kota Cilegon agar menjadi kota yang jujur, amanah, dan religius,” ujarnya.
Rizki menegaskan, ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang menuntut kesiapan lahir dan batin.
Keberangkatan jemaah haji tahun ini menjadi lebih dari sekadar agenda rutin tahunan. Ia menjelma menjadi momentum spiritual kolektif bagi masyarakat Cilegon—tentang harapan, doa, dan ikhtiar menuju kehidupan yang lebih baik.
Di tengah rintik hujan yang turun perlahan, langkah para tamu Allah itu pun dimulai. Menuju Tanah Suci, membawa harapan pulang dengan keberkahan.
(Yan/Red*)

إرسال تعليق