Cilegon, (KBN.COM) — Upaya meminimalkan kebingungan siswa dalam menentukan arah pendidikan tinggi terus diperkuat. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Cilegon menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Cilegon menggelar kegiatan parenting penjurusan bagi siswa tingkat akhir.
Program ini tak sekadar sosialisasi biasa. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang kolaboratif antara sekolah, orang tua, dan siswa dalam merumuskan pilihan jurusan kuliah yang tepat—berbasis minat, bakat, serta peluang karier di masa depan.
Dalam kegiatan yang berlangsung dengan antusias tersebut, siswa mendapatkan pemahaman komprehensif tentang dunia perkuliahan. Mulai dari ragam jurusan, dinamika kehidupan kampus, hingga strategi menentukan pilihan karier yang realistis namun tetap selaras dengan potensi diri.
Pendekatan parenting penjurusan menjadi kunci dalam program ini. Orang tua tidak lagi ditempatkan sebagai pihak yang sekadar “menentukan”, melainkan sebagai pendamping aktif yang mengasuh, mengamati, dan mendukung proses pengambilan keputusan anak. Di sinilah pergeseran paradigma mulai terlihat—bahwa masa depan pendidikan adalah milik siswa, bukan ambisi orang tua semata.
Kepala MAN 1 Cilegon, Dra. Hj. Maryati, M.Pd., menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bekal awal siswa sebelum melangkah ke perguruan tinggi.
“Kami berharap melalui sosialisasi ini, siswa tidak lagi bingung menentukan jurusan kuliah. Mereka bisa melanjutkan pendidikan sesuai potensi masing-masing, karena yang menjalani pendidikan itu anaknya, bukan orang tuanya,” ujarnya.
Maryati juga menekankan bahwa peran keluarga tetap menjadi faktor krusial dalam membentuk keputusan pendidikan yang matang. Tanpa dukungan lingkungan terdekat, potensi siswa berisiko tidak berkembang secara optimal.
“Pendampingan seperti ini penting agar siswa memiliki perencanaan masa depan yang jelas, sekaligus menghindari kesalahan dalam memilih jurusan,” tambahnya.
Langkah kolaboratif antara MAN 1 Cilegon dan DP3APPKB ini mencerminkan pendekatan pendidikan yang semakin adaptif terhadap kebutuhan zaman. Di tengah ketatnya persaingan dunia kerja, keputusan memilih jurusan kuliah tidak lagi bisa bersifat coba-coba.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki arah hidup yang lebih terukur—sebuah investasi penting menuju masa depan yang lebih cerah.
(Yan/Red*)

إرسال تعليق