Polres Cilegon Ganjar 51 Wartawan, Kolaborasi Informasi Mudik Diganjar Apresiasi


Cilegon, KBN.COM
— Di tengah padatnya arus mudik dan balik Lebaran 2026, satu hal yang kerap luput dari sorotan justru mendapat panggung: peran wartawan. Polres Kota Cilegon memberikan piagam penghargaan kepada 51 jurnalis lokal sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi mereka dalam menjaga arus informasi tetap jernih di tengah situasi yang dinamis.


Penghargaan itu diserahkan dalam Upacara Hari Kesadaran Nasional di Lapangan Mapolres Cilegon, Jumat (17/4/2026). Momentum ini bukan sekadar seremoni, tetapi penegasan bahwa kerja jurnalistik di lapangan memiliki dampak langsung terhadap ketertiban publik.


Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga menegaskan, insan pers menjadi bagian penting dalam ekosistem pengamanan mudik. Bukan hanya sebagai penyampai kabar, tetapi juga sebagai jembatan edukasi bagi masyarakat.


“Sekitar 51 wartawan menerima penghargaan. Ini bentuk apresiasi atas kerja sama dan kemitraan dalam memberikan informasi serta edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.


Penilaian penghargaan tidak dilakukan secara seremonial semata. Polres menetapkan sejumlah indikator, mulai dari intensitas pemberitaan, jangkauan audiens, hingga keterlibatan langsung wartawan dalam peliputan di titik-titik krusial seperti pelabuhan dan kawasan wisata.


Di lapangan, para jurnalis hadir di garis depan—meliput aktivitas pengamanan yang melibatkan jajaran kepolisian dari tingkat Polres hingga Polda. Mereka bukan hanya mencatat peristiwa, tetapi juga memastikan informasi sampai secara cepat, akurat, dan masif kepada publik.


“Kami melihat pemberitaan yang dilakukan secara masif menjadi salah satu indikator. Selain itu, keterlibatan rekan media, baik di lapangan maupun secara manajerial, juga menjadi pertimbangan,” kata Martua.


Lebih jauh, penghargaan ini menyiratkan satu pesan penting: keamanan tidak hanya dibangun oleh aparat, tetapi juga oleh arus informasi yang sehat. Dalam konteks mudik, informasi yang tepat dapat mengurai kepadatan, mencegah kepanikan, hingga mengarahkan masyarakat pada pilihan perjalanan yang lebih aman.


Kapolres pun berharap sinergi ini tidak berhenti pada Lebaran. Ia mendorong kolaborasi yang lebih kuat pada momen-momen strategis lainnya, seperti Natal dan Tahun Baru, yang sama-sama berpotensi memicu lonjakan mobilitas.


“Saya berharap ke depan, pada momen Nataru maupun Lebaran 2027, peran kita semua semakin aktif dalam mendukung keamanan dan kelancaran,” ujarnya.


Langkah ini juga disebut sebagai pionir dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor—mulai dari Polri, TNI, pemerintah daerah, hingga para pemangku kepentingan lainnya. Media, dalam hal ini, ditempatkan bukan sebagai penonton, melainkan mitra strategis.


Apresiasi datang dari kalangan jurnalis. Nandi, wartawan Fakta Banten, mengaku penghargaan ini menjadi pengalaman pertama yang diberikan langsung oleh kepolisian di Cilegon.


“Ini pertama kali kami menerima penghargaan dari Polres. Terima kasih atas perhatian terhadap peran media dalam menyampaikan informasi dan edukasi,” katanya.


Ia menilai, media memiliki posisi penting dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat. Karena itu, hubungan yang terbangun tidak boleh berhenti pada momentum seremonial.


“Semoga kolaborasi ini terus terjalin,” ujarnya.


Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap tak terverifikasi, langkah Polres Cilegon ini terasa relevan. Memberi apresiasi kepada jurnalis bukan sekadar penghargaan simbolik, tetapi juga investasi sosial: menjaga agar informasi yang beredar tetap akurat, bertanggung jawab, dan berpihak pada kepentingan publik.


(Pik/Red*)

Post a Comment

أحدث أقدم