Cilegon, (KBN.COM) – Dinamika pemilihan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cilegon mulai mengerucut pada figur-figur yang dinilai memiliki kapasitas dan rekam jejak kuat. Salah satu nama yang mengemuka adalah H. Iing Solihin, pengusaha lokal yang telah lama berkiprah di sektor industri dan bisnis di Kota Cilegon.
Sebagai CEO Holding Company PT Nur Cigading Mas Group, Iing bukan nama baru di kalangan pelaku usaha. Ia dikenal sebagai representasi pengusaha lokal yang tumbuh bersama geliat industri Cilegon. Pengalaman panjangnya menjadi fondasi yang kini dilihat relevan untuk memimpin Kadin di tengah tantangan ekonomi yang kian kompleks.
Dukungan terhadap Iing Solihin pun mengalir dari berbagai kalangan pengusaha. Bukan sekadar dukungan simbolik, tetapi juga refleksi dari harapan kolektif agar Kadin Cilegon memiliki kepemimpinan yang mampu mengonsolidasikan kekuatan internal sekaligus memperluas jejaring eksternal.
Sejumlah pelaku usaha menilai, kebutuhan utama Kadin saat ini bukan hanya figur administratif, melainkan pemimpin yang mampu menyatukan beragam kepentingan. Dalam konteks ini, Iing dipandang memiliki keunggulan tersebut.
“Yang dibutuhkan sekarang adalah sosok yang bisa merangkul semua pihak, dari pengusaha kecil hingga industri besar,” ujar M. Ibrohim Aswadi seorang pelaku usaha di Cilegon.
Dukungan yang menguat dari para pengusaha se-Cilegon memperlihatkan ekspektasi yang cukup tinggi. Iing diharapkan mampu menakhodai Kadin Cilegon ke depan, sekaligus mempersatukan dan mengompakkan seluruh pengusaha dalam satu visi bersama.
Lebih jauh, kepemimpinan tersebut juga diharapkan mampu membangun sinergi yang lebih solid antara pengusaha, pemerintah, dan dunia industri. Sinergi ini dinilai krusial untuk memastikan pembangunan ekonomi Cilegon berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai kota industri strategis, Cilegon selama ini menjadi magnet investasi nasional. Namun, hubungan antara industri besar dan pelaku usaha lokal kerap dinilai belum sepenuhnya terintegrasi. Di sinilah peran Kadin menjadi signifikan—sebagai penghubung yang mampu menjembatani kepentingan sekaligus membuka ruang kolaborasi.
Dalam kerangka itu, figur seperti Iing Solihin dianggap memahami lanskap persoalan secara lebih utuh. Kedekatannya dengan dunia usaha lokal menjadi nilai tambah dalam membaca kebutuhan riil di lapangan.
Momentum pemilihan Ketua Kadin Cilegon kali ini pun tidak sekadar pergantian kepemimpinan. Ia menjadi titik penting untuk menentukan arah organisasi ke depan—apakah tetap berjalan normatif atau bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Di tengah harapan tersebut, nama Iing Solihin kini berada dalam pusaran ekspektasi. Dukungan yang terus menguat menjadi sinyal bahwa sebagian pelaku usaha menginginkan perubahan—menuju Kadin yang lebih solid, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi pembangunan Kota Cilegon.
(Sob/Red*)

إرسال تعليق