Meski Belum Sempurna, Perpustakaan Baru Cilegon Sudah Bisa Diakses Warga


Cilegon, (KBN.COM) —
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Cilegon mulai mengakselerasi penguatan budaya literasi melalui pembukaan gedung perpustakaan baru yang lebih representatif. Momentum ini akan diperkuat lewat agenda Gebyar Literasi pada 17 Mei 2026, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 Kota Cilegon.


Gedung perpustakaan yang berlokasi di Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, sejatinya telah dibuka secara terbatas sejak Januari 2026. Meski belum sepenuhnya optimal, fasilitas ini sudah dapat diakses masyarakat dari berbagai kalangan—mulai dari anak usia dini hingga mahasiswa.


Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cilegon, Ismatulloh, menegaskan bahwa pembangunan gedung perpustakaan modern merupakan langkah strategis jangka panjang untuk meningkatkan kualitas literasi masyarakat.


“Kami memang sedang berproses membangun perpustakaan yang lebih representatif. Namun, pembangunan ini tidak bisa selesai dalam satu tahap. Akan ada penyempurnaan bertahap hingga 2026–2027,” ujar Ismatulloh saat ditemui di kantornya, Selasa (7/4/2026).


Ia mengakui, saat ini layanan belum sepenuhnya maksimal lantaran beberapa fasilitas masih dalam tahap pelengkapan. Meski demikian, pembukaan awal ini menjadi langkah penting untuk mulai mengenalkan ruang literasi baru kepada publik.


Sebagai upaya memperluas jangkauan informasi, DPK Cilegon akan menggelar Gebyar Literasi pada 17 Mei 2026 di gedung baru tersebut. Kegiatan ini menjadi ajang sosialisasi sekaligus promosi kepada masyarakat bahwa fasilitas perpustakaan telah siap dimanfaatkan.


“Kami ingin masyarakat tahu bahwa perpustakaan ini sudah hadir. Harapannya, ini bisa mendorong peningkatan indeks pembangunan literasi dan minat baca warga Cilegon,” kata Ismatulloh.


Menariknya, pelaksanaan kegiatan tersebut didukung anggaran dari pemerintah pusat, mengingat keterbatasan alokasi APBD daerah. Dukungan ini sekaligus menunjukkan adanya perhatian serius terhadap pengembangan literasi di daerah.


Secara fungsional, seluruh layanan perpustakaan kini telah dipusatkan di gedung baru. Sementara gedung lama hanya difungsikan untuk layanan kesekretariatan dan kearsipan.


Tak hanya mengandalkan layanan berbasis gedung, DPK Cilegon juga terus mengembangkan program jemput bola melalui perpustakaan keliling. Layanan ini menyasar sekolah-sekolah tingkat SMP hingga SMA, bahkan menjangkau rumah tahanan (rutan) di wilayah Cilegon.


Staf DPK Cilegon, Leni Hartati, menyebutkan bahwa upaya tersebut merupakan bagian dari strategi memperluas akses literasi di tengah tantangan era digital.


“Kami tidak hanya melayani di gedung. Perpustakaan keliling sudah lama berjalan untuk memudahkan pelajar mengakses buku. Apalagi sekarang, anak-anak lebih banyak terpapar gadget, sehingga perlu dorongan dari lingkungan, terutama orang tua,” ujarnya.


Di sisi lain, DPK Cilegon juga membuka ruang partisipasi masyarakat dalam memperkaya koleksi literatur, khususnya karya ilmiah seperti skripsi, tesis, dan disertasi yang saat ini masih terbatas.


Lebih dari sekadar fasilitas, kehadiran perpustakaan ini diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi generasi masa depan. Ismatulloh bahkan menggambarkan perpustakaan sebagai tempat interaksi keluarga yang edukatif—di mana orang tua dan anak dapat bersama-sama membangun kebiasaan membaca sejak dini.


Dengan pendekatan kolaboratif dan bertahap, Pemkot Cilegon menempatkan literasi sebagai fondasi pembangunan manusia. Sebab, di tengah arus informasi yang kian deras, kemampuan membaca dan memahami menjadi kunci untuk menciptakan masyarakat yang adaptif dan berdaya saing.


(Yan/Red*)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama