Cilegon, (KBN.COM) — Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon memperluas cakupan program Beasiswa Cilegon Juare pada 2026. Program unggulan ini kini menyasar lebih luas, mencakup lulusan SMA, SMK, hingga Madrasah Aliyah (MA), dengan peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi secara gratis.
Langkah ekspansi ini menjadi sinyal kuat komitmen Pemkot Cilegon dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya bagi pelajar dari keluarga kurang mampu.
Perluasan program tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Aula Setda Pemkot Cilegon, Selasa (7/4/2026). Rapat melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), forum Corporate Social Responsibility (CSR), serta Badan Pusat Statistik (BPS), guna memastikan program berjalan optimal dan berkelanjutan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkot Cilegon, Rahmatullah, menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama keberhasilan program ini.
“Program ini tidak hanya menyasar siswa SMA, tetapi juga SMK dan MA. Mereka akan difasilitasi beasiswa setelah lulus, sehingga memiliki kesempatan besar untuk melanjutkan ke perguruan tinggi,” ujar Rahmatullah.
Tak hanya memberikan bantuan finansial, Pemkot Cilegon juga menyiapkan skema pembinaan bagi calon penerima beasiswa. Melalui peran guru Bimbingan Konseling (BK), siswa akan mendapatkan pendampingan, mulai dari informasi kelas persiapan hingga mekanisme pendaftaran.
Namun demikian, keterbatasan anggaran daerah membuat Pemkot tidak dapat menanggung seluruh pembiayaan. Untuk itu, keterlibatan dunia usaha melalui forum CSR menjadi strategi penting, terutama dalam mendukung pembiayaan kelas persiapan bagi siswa SMA sederajat yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
“Di sinilah peran CSR sangat penting, agar bisa berkolaborasi dalam mendukung pembiayaan yang tidak bisa dianggarkan melalui APBD,” kata Rahmatullah.
Di sisi lain, persoalan validitas data penerima juga menjadi perhatian serius. Pemkot Cilegon mendorong percepatan pembaruan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar penyaluran beasiswa tepat sasaran.
Rahmatullah mengungkapkan, masih ditemukan ketidaksesuaian data, di mana masyarakat yang secara ekonomi masuk kategori kurang mampu justru tercatat pada desil yang lebih tinggi. Kondisi ini berpotensi menghambat akses mereka terhadap program bantuan.
“Kami berharap dukungan BPS untuk mempercepat pembaruan data, sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan bisa terakomodasi,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipatif, Pemkot juga tengah mengkaji mekanisme verifikasi alternatif melalui Dinas Sosial bagi calon penerima yang datanya masih dalam proses pembaruan.
Rencananya, pendaftaran Beasiswa Cilegon Juare 2026 akan dibuka pada Agustus mendatang. Pada tahun ini, Pemkot juga menambah kuota penerima sekitar 200 pelajar dibandingkan tahun sebelumnya.
Ekspansi ini bukan sekadar penambahan angka, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan Kota Cilegon.
“Harapan kami, semakin banyak pelajar dari keluarga kurang mampu yang bisa meraih pendidikan tinggi. Ini penting untuk meningkatkan kualitas SDM dan daya saing daerah,” tutup Rahmatullah.
(Yan/Red*)

Posting Komentar