Tancap Gas Sambut Ramadan, Kader NU Cibeber Bagikan 400 Santunan dalam Program 100 Hari


Cilegon, (KBN.COM) —
Menyambut Ramadan 1447 Hijriah, kader penggerak MWC Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Cibeber tak memilih jalan seremonial. Mereka langsung bergerak. Sebanyak 400 paket santunan dibagikan kepada anak yatim dan dhuafa sebagai bagian dari program 100 hari pasca pelatihan kader.


Kegiatan yang digelar Rabu, 18 Februari 2026 itu berlangsung di kediaman Pak Sueb Rizal salah satu kader penggerak sekaligus tuan rumah. Ratusan penerima manfaat tampak hadir, menciptakan suasana haru sekaligus hangat dalam balutan semangat kebersamaan menyongsong bulan suci.


Ketua Pelaksana, Nahdlatul Muamar, menjelaskan bahwa total paket yang disalurkan mencapai 400 paket, terdiri dari 100 untuk anak yatim dan 300 untuk dhuafa.


“Paket yang dibagikan ada 100 untuk anak yatim dan 300 untuk dhuafa. Jadi totalnya 400 paket,” ujar Nahdlatul Muamar kepada wartawan.


Santunan ini bukan kegiatan spontan. Program tersebut lahir dari komitmen peserta Pendidikan Dasar – Pendidikan Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) angkatan pertama tingkat Kecamatan Cibeber yang baru saja menuntaskan pelatihan selama tiga hari di Pondok Pesantren Bani Latif, Cibeber.


Sebanyak 83 peserta dari berbagai kecamatan di Kota Cilegon bahkan luar daerah mengikuti pendidikan tersebut. Usai dinyatakan lulus, para kader sepakat menyusun agenda 100 hari kerja. Santunan menjadi salah satu prioritas utama.


“Alhamdulillah acara ini berjalan lancar. Ini bukan untuk pencitraan, tapi memang program yang sudah digagas sebelum 100 hari,” tegas Nahdlatul Muamar.



Langkah cepat ini menunjukkan pola kaderisasi yang tidak berhenti pada penguatan ideologi dan doktrin organisasi, melainkan diterjemahkan dalam aksi sosial konkret yang menyentuh langsung masyarakat.


Nahdlatul Muamar menegaskan, kegiatan tersebut merupakan pengejawantahan nilai Islam Ahlussunah wal Jamaah yang menjadi fondasi Nahdlatul Ulama.


“NU adalah Islam Ahlussunah wal Jamaah. Dengan wadah pendidikan ini, semoga memberikan keberkahan untuk kita semua,” ujarnya.


Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga, kehadiran organisasi keagamaan dengan aksi nyata menjadi simbol bahwa solidaritas sosial tetap terjaga.


Sekretaris PCNU Kota Cilegon, Fathullah, memberikan apresiasi atas gerak cepat kader MWC Cibeber. Menurutnya, program ini membuktikan bahwa kader hasil PD-PKPNU mampu langsung mengimplementasikan gagasan dalam bentuk kerja nyata.


“Kegiatan ini luar biasa. Ini lahir dari program 100 hari yang dicanangkan teman-teman yang baru lulus PD-PKPNU. Salah satunya santunan,” kata Fathullah.


Ia berharap langkah Cibeber bisa menjadi model bagi pengurus kecamatan lain di Kota Cilegon.


“Mudah-mudahan seluruh pengurus di kecamatan se-Kota Cilegon bisa menghadirkan perubahan lewat kegiatan seperti ini,” tambahnya.



Cibeber memiliki posisi historis dalam perjalanan NU. Organisasi yang berdiri pada 1926 itu memiliki keterkaitan dengan tokoh asal Cibeber, KH. Abdul Latif.


Pada Musyawarah Nasional (Munas) ke-3 Pengurus Besar NU di Menes tahun 1928, KH. Abdul Latif dari Cibeber disebut sebagai salah satu pelopor yang berkontribusi dalam dinamika awal organisasi.


Fakta sejarah ini memperkuat legitimasi moral bahwa Cibeber bukan sekadar wilayah administratif, melainkan memiliki tanggung jawab kultural dalam menggerakkan NU di tingkat lokal.


Di balik angka 400 paket santunan, tersimpan pesan yang lebih dalam: Ramadan bukan hanya tentang ritual ibadah, tetapi juga momentum konsolidasi sosial dan penguatan kepedulian.


Program 100 hari kader penggerak NU Cibeber menjadi bukti bahwa kaderisasi ideologis dapat berjalan seiring dengan gerakan sosial yang terukur dan berdampak.


Jika konsistensi ini terus dijaga, bukan mustahil Cibeber kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu episentrum gerakan Nahdlatul Ulama di Banten—bukan sekadar dalam catatan sejarah, melainkan melalui kerja nyata yang dirasakan langsung oleh umat.


(Yan/Red*)

1 Komentar

  1. Masya Allah
    Tabaarokallaah..
    Semoga terus semangat untuk senantiasa menebar kebaikan
    🤲

    BalasHapus

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama