KKM MAN 1 Cilegon Cetak Jurnalis Muda Lewat “Satu Pena Sejuta Makna: Mengasah Bakat Jurnalistik Siswa Madrasah”


Cilegon, (KBN.COM) —
Hujan yang mengguyur Kota Cilegon sejak pagi tak menyurutkan semangat para pelajar madrasah. Di bawah cuaca yang kurang bersahabat, ratusan siswa justru memadati aula MAN 1 Kota Cilegon, Sabtu (31/1/2026), untuk mengikuti pelatihan jurnalistik bertema “Satu Pena Sejuta Makna: Mengasah Bakat Jurnalistik Siswa Madrasah”.


Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara KKM MAN 1 Kota Cilegon bersama Wilip Institut melalui program media Kotabajanews.com, yang digagas untuk memperkuat literasi, nalar kritis, serta kapasitas komunikasi generasi muda madrasah di era digital.


Ketua Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MAN 1 Cilegon, Maryati, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi intelektual bagi masa depan siswa madrasah.


“Kami ingin siswa madrasah bukan hanya menjadi pembaca, tapi juga menjadi produsen informasi yang cerdas, kritis, dan beretika,” ujar Maryati.



Sebanyak 11 madrasah—terdiri dari 10 madrasah di bawah naungan KKM dan MAN 1 Kota Cilegon sebagai tuan rumah—mengirimkan perwakilan siswa terbaiknya. Masing-masing sekolah mengutus dua peserta untuk menjadi embrio redaksi madrasah di sekolahnya.


Melalui pendampingan Wilip Institut dan jaringan media Kotabajanews.com, para peserta tidak hanya belajar teori jurnalistik, tetapi juga diarahkan untuk memahami praktik kerja media profesional.


“Mereka nanti kembali ke madrasah dan menjadi motor penggerak media sekolah. Ini adalah awal lahirnya ekosistem pers madrasah,” kata Maryati.


Ia menambahkan, hampir semua madrasah saat ini sudah memiliki media sosial. Namun tanpa kemampuan jurnalistik, ruang digital itu belum dimanfaatkan secara optimal.


“Kalau sudah paham jurnalistik, medsos madrasah tidak lagi sekadar unggah foto, tapi bisa menjadi saluran informasi yang kredibel,” tegasnya.




Dalam sesi pelatihan, peserta dibekali teknik mencari data, mengelola berita, memverifikasi informasi, hingga menyajikan berita secara berimbang—standar yang selama ini dijalankan media profesional seperti Kotabajanews.com.


Maryati menekankan bahwa pelatihan ini juga menyentuh aspek moral dan nilai keislaman.


“Sebagai muslim, kita tidak boleh menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya. Kalian sekarang tahu mana informasi yang patut disebarkan dan mana yang harus dihentikan,” ujarnya.


Kerja sama MAN 1 Kota Cilegon, Wilip Institut, dan Kotabajanews.com ini dirancang sebagai gerakan jangka panjang. Ke depan, siswa-siswi madrasah akan dilibatkan dalam berbagai program lanjutan, mulai dari pelatihan menulis, literasi digital, hingga produksi konten media sekolah.


“Ini bukan hanya tentang jurnalistik, tapi tentang keberanian madrasah untuk hadir di ruang publik dengan cara yang cerdas dan bermartabat,” tutur Maryati.


Di tengah banjir informasi dan maraknya hoaks, langkah ini menjadi sinyal kuat: madrasah siap tampil sebagai benteng etika, literasi, dan kebenaran.


Karena dari satu pena, sejuta makna bisa lahir—dan dari madrasah, masa depan media yang beradab mulai ditulis.



(Yan/Red*)

Post a Comment

أحدث أقدم