Isra Mi’raj di Al Insan, Ratusan Santri Tampil Percaya Diri di Panggung Kreasi


Cilegon, (KBN.COM) –
Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Pondok Pesantren Al Insan, Kota Cilegon, tak sekadar menjadi seremoni keagamaan. Selama dua hari, 24–25 Januari 2026, ratusan siswa dan santri tampil percaya diri di panggung kreasi dan seni Yayasan Al Insan dalam kegiatan Ikhtifalan.


Mengusung tema “Dengan Ikhtifalan Kita Kembangkan Potensi Generasi Muda di Yayasan Al Insan”, acara ini menjadi ruang aktualisasi diri bagi peserta didik. Mulai dari penampilan seni islami, pidato, hafalan Al-Qur’an, hingga kreasi budaya, seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk melatih mental, kreativitas, dan kemampuan komunikasi siswa.


Kepala MTs Al Insan, M. Rebidin, mengatakan Ikhtifalan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari strategi pendidikan karakter. Menurutnya, pendidikan modern menuntut siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental dan spiritual.


“Anak-anak harus dibiasakan tampil di depan publik. Ini penting untuk membangun rasa percaya diri dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan. Ikhtifalan menjadi media pembelajaran yang efektif,” ujar Rebidin.


Ia menambahkan, momentum Isra Mi’raj juga dijadikan sebagai sarana penguatan nilai-nilai keislaman, khususnya dalam meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW. Harapannya, siswa tidak hanya memahami peristiwa sejarah, tetapi mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.


Hal senada disampaikan Ketua Yayasan Al Insan, Abdul Gofur. Ia menilai peringatan Isra Mi’raj memiliki makna strategis dalam membangun fondasi moral generasi muda. Salah satu pesan utama yang ditekankan adalah pentingnya salat sebagai pilar utama pembentukan karakter.


“Isra Mi’raj bukan hanya cerita perjalanan spiritual Nabi, tetapi pesan kuat tentang kewajiban salat. Jika salat anak-anak terjaga, insya Allah akhlaknya pun ikut terjaga,” kata Gofur.


Tak hanya itu, Gofur juga menyoroti pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan pemerintah daerah. Menurutnya, kualitas pendidikan tidak bisa ditingkatkan secara maksimal tanpa dukungan kebijakan dan anggaran yang berpihak pada dunia pendidikan.


“Pesantren dan madrasah membutuhkan dukungan nyata dari pemerintah. Sinergi ini penting agar lahir generasi Cilegon yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing,” tegasnya.


Dukungan tersebut turut ditegaskan oleh Anggota DPRD Kota Cilegon, Yamanan, yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.


“Sekolah adalah fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Kami di legislatif berkomitmen mendorong peningkatan kualitas pendidikan, baik melalui regulasi, penganggaran, maupun pengawasan,” ujarnya.


Ikhtifalan Al Insan pun menjadi potret bagaimana pendidikan berbasis pesantren mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Tak hanya menanamkan nilai religius, tetapi juga membekali siswa dengan soft skill yang relevan di era modern: percaya diri, kreatif, dan komunikatif.


Lebih dari sekadar peringatan hari besar Islam, Ikhtifalan menjelma menjadi ruang pembentukan karakter, sekaligus panggung lahirnya generasi muda Cilegon yang siap bersaing tanpa kehilangan jati diri.


(Yan/Red*)

Post a Comment

أحدث أقدم