Antusias Meski Anggaran Terbatas, Musrenbang Kelurahan Ciwaduk Jadi Ruang Aspirasi Warga


Cilegon, (KBN.COM) – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, berlangsung dinamis dan penuh antusiasme, meski di tengah keterbatasan anggaran. Kegiatan yang digelar pada Senin (26/1/2026) itu menjadi momentum penting bagi warga untuk menyampaikan langsung kebutuhan pembangunan di wilayahnya.


Musrenbang tersebut dihadiri berbagai unsur, mulai dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, sembilan Ketua RW, Ketua LPM, pengurus PKK, Pokmas, Koperasi Merah Putih, Karang Taruna, hingga tokoh masyarakat. Hadir pula dua anggota DPRD Kota Cilegon, yakni Fauzi Desviandy dari Partai Gerindra dan Ari Muhamad dari PKB.


Mengusung tema “AYO Terus #BergerakBersama Mewujudkan #CilegonJuare”, forum ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan aspirasi warga dengan arah kebijakan pembangunan pemerintah daerah.


Lurah Ciwaduk, Nurul Hadiyati, mengaku bersyukur atas tingginya partisipasi masyarakat. Menurutnya, kehadiran warga dan perwakilan DPRD menunjukkan bahwa Musrenbang masih dipandang sebagai forum penting dalam menentukan prioritas pembangunan.


“Alhamdulillah hari ini peserta sangat antusias, dan dua anggota dewan dapat hadir membersamai. Anggota dewan lainnya sudah konfirmasi tidak bisa hadir karena bentrok dengan agenda rapat,” ujar Nurul.


Ia menegaskan, Musrenbang Kelurahan bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN).


“Musrenbangkel ini menjadi sarana untuk menyerap aspirasi masyarakat. Walaupun secara berkala kami melakukan rapat koordinasi dengan lembaga masyarakat, namun muaranya tetap di Musrenbang, karena di sinilah semua usulan dirangkum dan dikaitkan langsung dengan perencanaan anggaran,” tambahnya.


Dalam forum tersebut, warga paling banyak mengusulkan peningkatan sarana dan prasarana lingkungan. Isu yang mengemuka di antaranya perbaikan drainase, peningkatan kualitas jalan lingkungan, pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU), serta program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).


Usulan-usulan itu dinilai sejalan dengan prioritas program Pemerintah Kota Cilegon di bawah kepemimpinan Wali Kota, yang menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur dasar dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.


Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, pihak kelurahan berharap seluruh aspirasi yang dihimpun dapat direalisasikan melalui berbagai skema pembiayaan, mulai dari Dana Pembangunan Wilayah Kelurahan (DPWKel), anggaran OPD, pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD, hingga sumber lain seperti APBD Provinsi, APBN, maupun program Corporate Social Responsibility (CSR).


Bagi warga Ciwaduk, Musrenbang bukan hanya soal daftar usulan, melainkan simbol harapan. Harapan agar suara dari tingkat paling bawah tetap menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan Kota Cilegon yang lebih merata dan berkeadilan.


(Yan/Red*)

Post a Comment

أحدث أقدم