Tak Hanya Minta DANA TRANSFER, Robinsar Bahas Masa Depan BUMD CILEGON Bersama Kemendagri ‎

‎
CILEGON, (KBN,COM) – Wali Kota Cilegon Robinsar tak hanya datang untuk meminta anggaran. Dalam kunjungan koordinasinya ke Kementerian Dalam Negeri, Rabu (4/11/2026), ia juga membawa misi besar: membenahi masa depan BUMD Cilegon agar benar-benar menghasilkan untuk daerah.
‎
‎Robinsar didampingi jajaran Pemkot Cilegon dan diterima langsung oleh Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni.
‎
‎Ada dua agenda penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
‎
‎Pertama, Soal Uang Pusat untuk Cilegon.
‎
‎Robinsar berharap dukungan pemerintah pusat bisa dimaksimalkan, baik lewat dana transfer ke daerah maupun dana bagi hasil.
‎
‎“Kedatangan kita ke Kemendagri membawa sebuah harapan agar bantuan dari pemerintah pusat bisa lebih dimaksimalkan untuk diberikan kepada Kota Cilegon, mulai dari dana transfer maupun dana bagi hasil,” ujar Robinsar.
‎
‎Menurutnya, dukungan itu sangat penting untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah, agar program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan lebih maksimal.
‎
‎Kedua, Soal BUMD yang Harus Naik Kelas.
‎
‎Tak kalah penting, Robinsar juga membahas penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Ia menegaskan BUMD tidak boleh hanya jadi pelengkap, tapi harus jadi mesin ekonomi daerah yang mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
‎
‎Pengelolaan BUMD, kata Robinsar, harus serius dibenahi. Mulai dari tata kelola perusahaan, profesionalisme manajemen, hingga optimalisasi potensi usaha, agar keberadaannya benar-benar memberi manfaat nyata bagi pemerintah dan masyarakat.
‎
‎Nasihat itu ternyata sejalan dengan arahan Dirjen Bina Keuangan Daerah.
‎
‎“Bapak Dirjen menyampaikan bahwa keberadaan BUMD harus dikelola dengan baik, memperhatikan aspek tata kelola perusahaan yang baik atau _good corporate governance_, serta memiliki perencanaan bisnis yang jelas,” jelas Robinsar.
‎
‎“Dengan demikian, BUMD tidak hanya menjadi entitas usaha milik daerah, tetapi juga mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian dan pendapatan daerah,” tambahnya.
‎
‎OPD Diminta Jangan Hanya Diam di Cilegon
‎
‎Dalam pertemuan itu, Agus Fatoni juga berharap Pemkot Cilegon lebih aktif menjalin komunikasi dengan pusat.
‎
‎Pesan itu langsung ditangkap Robinsar. Ia meminta agar ke depan, bukan hanya wali kota yang rajin ke kementerian, tapi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga harus proaktif.
‎
‎“Ke depan, bukan hanya wali kota yang berdiskusi dan bersilaturahmi ke kementerian, tetapi OPD juga harus melakukan hal yang sama. OPD perlu berkunjung dan berkoordinasi dengan kementerian yang memang dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di Kota Cilegon,” terang Robinsar.
‎
‎Di akhir pernyataannya, Robinsar menegaskan koordinasi ini bukan sekadar kunjungan formalitas.
‎
‎Ia berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara Pemkot Cilegon dan pemerintah pusat, baik dalam memperjuangkan optimalisasi dukungan fiskal maupun dalam mewujudkan pengelolaan BUMD yang profesional dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.


‎
‎(Yan*/Red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama