
CILEGON, (KBN,COM) –Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, menanggapi uji kompetensi puluhan pejabat untuk mengisi tujuh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Cilegon.
Fajar berharap uji kompetensi yang digelar Pemkot tersebut berjalan sesuai dengan penerapan manajemen talenta. Ia menekankan agar pelaksanaannya tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar mengedepankan substansi dan objektivitas.
Diketahui, Pemkot Cilegon melaksanakan wawancara penilaian kompetensi teknis terhadap puluhan pejabat untuk mengisi tujuh kursi kepala OPD. Uji kompetensi berlangsung selama dua hari, Senin (2/11/2026) dan Selasa (3/11/2026).
“Mudah-mudahan sesuai manajemen talenta. Saya cuman mendapat tembusan. Mudah-mudahan saja interview-interviewnya semuanya berdasarkan substansi, objektivitas dan realita di lapangan yang diperlukan. Tentu sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing,” ujar Fajar usai rapat paripurna di DPRD Cilegon.
Soal peserta, Fajar berharap mereka yang mengikuti uji kompetensi adalah orang-orang yang memang berhak dan layak. Ia kembali menekankan agar Komite Manajemen Talenta menjaga objektivitas dan menentukan pilihan sesuai kebutuhan riil OPD.
“Masalah nama, mudah-mudahan orang-orang di situ orang yang berhak. Jadi salah satu kandidat-kandidat di OPD tertentu. Saya berharap, penekanan saya, para komite tolong utamakan objektivitas, substansi dan juga apa yang menjadi kebutuhan realita OPD,” ucapnya.
Fajar menegaskan, siapapun yang nantinya terpilih menjadi kepala OPD definitif harus mampu menjadi pemimpin yang melayani masyarakat, bukan bermental penguasa.
“Tahulah, paradigma pelayan bukan penguasa,” tegasnya.
(Fajri*/Red)
إرسال تعليق