Muktamar Al-Khairiyah Ke-XI, Diharapkan Lahirkan SDM Unggul dan Dorong Kemajuan Bangsa

 

‎CILEGON (KBN,COM) – Muktamar Al-Khairiyah ke-XI diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta melahirkan rekomendasi strategis bagi kemajuan Al-Khairiyah dan bangsa Indonesia. Berlangsung pada 16-18 Oktober 2026. Gedung Aula Al-Khairiyah Kota Cilegon.
‎
‎Keluarga besar Al-Khairiyah berharap, melalui muktamar tersebut, organisasi mampu merumuskan keputusan yang relevan dengan perkembangan zaman, khususnya dalam bidang pendidikan, pengembangan pesantren, perguruan tinggi, serta penguatan syiar Islam.
‎
‎Anggota DPRD Provinsi Banten sekaligus Ketua Alumni Unival Al-Khairiyah, Dede Rohana Putra, mengatakan pihaknya berharap Muktamar XI dapat menghasilkan keputusan besar yang membawa organisasi semakin maju dan solid.
‎
‎Menurut Dede, penguatan infrastruktur pendidikan, peningkatan kualitas pembelajaran, serta kesejahteraan guru harus menjadi perhatian utama dalam pengembangan Al-Khairiyah ke depan.
‎
‎“Harapannya, melalui muktamar ini lahir keputusan-keputusan besar untuk kemajuan organisasi dan gagasan-gagasan yang baik agar Al-Khairiyah semakin kuat ke depan,” ujar Dede.
‎
‎Ia menegaskan, dukungan terhadap kemajuan Al-Khairiyah akan terus diberikan, baik melalui perannya sebagai anggota legislatif maupun sebagai bagian dari keluarga besar alumni.
‎
‎Dede juga menyoroti pentingnya peningkatan infrastruktur pendidikan di lingkungan Al-Khairiyah, peningkatan kualitas SDM, kesejahteraan tenaga pendidik, serta penguatan soliditas kepengurusan agar program organisasi dapat berjalan secara berkelanjutan.
‎
‎Sementara itu, akademisi Universitas Indonesia sekaligus keluarga besar Al-Khairiyah, Profesor Lili Romli, menilai Al-Khairiyah telah memberikan kontribusi penting dalam pengembangan SDM, penyebaran syiar Islam, serta pembangunan masyarakat.
‎
‎Ia berharap, ke depan Al-Khairiyah semakin berkembang melalui penguatan lembaga pendidikan, mulai dari pesantren hingga perguruan tinggi, sehingga mampu mencetak generasi unggul yang memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
‎
‎Menurutnya, kemajuan Al-Khairiyah memiliki keterkaitan erat dengan kemajuan bangsa. Karena itu, penguatan lembaga pendidikan dan peningkatan kualitas SDM perlu terus menjadi prioritas organisasi.
‎
‎“Harapannya, Al-Khairiyah semakin maju dan jaya. Baik pesantren, perguruan tinggi, maupun sumber daya manusianya dapat terus berkontribusi bagi bangsa dan negara,” ujar Lili.
‎
‎Muktamar Al-Khairiyah ke-XI diharapkan tidak hanya menjadi forum pengambilan keputusan organisasi, tetapi juga menjadi titik penguatan komitmen bersama dalam memajukan pendidikan, memperkuat nilai-nilai keislaman, dan melahirkan generasi berkualitas untuk masa depan Indonesia.
‎
‎
‎(Yan*Red)

Post a Comment

أحدث أقدم