Mardiono Ajak Al-Khairiyah Perkuat Gotong Royong untuk Ketahanan Pangan Nasional ‎



‎CILEGON, (KBN,COM) – Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono, mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat semangat gotong royong untuk mewujudkan ketahanan pangan dan mendukung target swasembada pangan nasional.
‎
‎Ajakan tersebut disampaikan Mardiono saat menghadiri Muktamar Al-Khairiyah ke-11 di Cilegon, Banten, Jumat (16/10/2026). Dalam kesempatan itu, ia juga menyerahkan 2.500 paket sembako kepada peserta muktamar sebagai bentuk kepedulian sosial.
‎
‎Mardiono menegaskan, pencapaian swasembada pangan tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah. Menurutnya, diperlukan keterlibatan aktif berbagai pihak, mulai dari organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, pesantren, dunia usaha, hingga masyarakat luas.
‎
‎“Cita-cita swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto harus kita pahami sebagai bagian dari perjuangan untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia,” ujar Mardiono dalam sambutannya.
‎
‎Ia menilai, ketahanan pangan merupakan agenda strategis nasional yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Karena itu, organisasi Islam seperti Al-Khairiyah dinilai memiliki peran penting dalam mendorong partisipasi masyarakat melalui pendidikan, pemberdayaan, dan penguatan nilai-nilai kebersamaan.
‎
‎Selain menyoroti ketahanan pangan, Mardiono juga berharap Muktamar Al-Khairiyah ke-11 menjadi momentum untuk memperkuat tradisi musyawarah, menjaga kedewasaan dalam menyikapi perbedaan pendapat, serta mengutamakan kepentingan bersama dalam kehidupan berorganisasi.
‎
‎Menurutnya, nilai-nilai tersebut penting untuk menjaga persatuan sekaligus memperkuat kontribusi organisasi kemasyarakatan dalam pembangunan nasional.



‎Mardiono juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya strategis sesuai amanat konstitusi agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.
‎
‎Ia menyebut, komitmen tersebut sejalan dengan semangat Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan kepentingan rakyat sebagai salah satu landasan utama dalam pengelolaan perekonomian nasional.
‎
‎“Pesan ini sangat penting bagi arah pembangunan Indonesia. Kita membutuhkan pertumbuhan yang tinggi, tetapi pertumbuhan tersebut harus disertai dengan pemerataan kesempatan dan peningkatan kualitas hidup,” katanya.
‎
‎Mardiono berharap sinergi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, pesantren, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan kolaborasi tersebut, upaya mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan sejahtera diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
‎
‎
‎(Yan*/Red)

Post a Comment

أحدث أقدم