Fajar Hadi Prabowo Berharap Muktamar Al-Khairiyah XI Lahirkan Gagasan Baru dan SDM Unggul



‎CILEGON  (KBN,COM) – Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, berharap Muktamar Al-Khairiyah ke-XI dapat melahirkan gagasan baru untuk kemajuan organisasi, sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
‎
‎Fajar menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Muktamar Al-Khairiyah ke-XI yang berlangsung di Gedung Aula Al-Khairiyah, Kota Cilegon, Jumat (16/10/2026).
‎
‎Ia mengaku bangga dapat menghadiri kegiatan tersebut bukan hanya dalam kapasitasnya sebagai Wakil Wali Kota Cilegon, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar Al-Khairiyah.
‎
‎“Sebagai murid dan anak muda yang memiliki utang budi kepada Al-Khairiyah, saya merasa senang bisa hadir dalam muktamar ini. Selamat dan sukses atas pelaksanaan Muktamar Al-Khairiyah ke-XI,” ujar Fajar.

‎
‎Menurutnya, nilai-nilai perjuangan Al-Khairiyah, khususnya dalam menjaga syariat Islam, harus terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi muda.
‎
‎Ia juga mengingatkan pentingnya menghargai jasa para tokoh pendiri dan pejuang Al-Khairiyah, termasuk Brigjen KH Syam’un, yang telah memberikan kontribusi besar bagi perjuangan pendidikan dan keagamaan di Banten.
‎
‎“Perjuangan dan pengorbanan para tokoh terdahulu, khususnya KH Syam’un, tidak boleh kita lupakan. Semangat perjuangan mereka harus terus menjadi inspirasi bagi generasi sekarang,” katanya.
‎
‎Fajar berharap, melalui Muktamar Al-Khairiyah ke-XI, organisasi tersebut dapat memperkuat perannya dalam membangun masyarakat, meningkatkan kualitas pendidikan, serta berkontribusi terhadap kemajuan Kota Cilegon.
‎
‎Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang mampu mengayomi masyarakat dan melahirkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik.
‎
‎Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu mengambil keputusan secara bijaksana, mengutamakan kepentingan masyarakat luas, serta tidak sekadar mengejar popularitas.
‎
‎“Seorang pemimpin harus mampu melihat keteladanan yang baik, mengayomi masyarakat, dan membuat kebijakan yang pro-masyarakat. Bukan hanya soal populis, tetapi bagaimana kebijakan itu benar-benar untuk kepentingan orang banyak,” tegasnya.
‎
‎Fajar pun berharap pelaksanaan Muktamar Al-Khairiyah ke-XI berjalan lancar dan menghasilkan keputusan serta rekomendasi strategis yang bermanfaat bagi organisasi, masyarakat, dan pembangunan daerah.
‎
‎Muktamar Al-Khairiyah ke-XI dijadwalkan berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 dengan mengusung tema ‘Meneguhkan Akidah, Mengembangkan Syariat, Membangun Akhlak dan Peradaban.
‎
‎
‎(Fajri/*Red)

Post a Comment

أحدث أقدم