KAHMI Banten Kutuk Dugaan Pemukulan Kader HMI di Pemkot Cilegon, Desak Oknum Diusut


CILEGON (KBN,COM)- Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Banten angkat suara soal dugaan kekerasan terhadap kader HMI Cabang Cilegon saat aksi di Pemkot Cilegon.


Koordinator Presidium MW KAHMI Banten, Dedy Arisandi, menyayangkan insiden tersebut. Ia menegaskan penyampaian pendapat adalah hak konstitusional yang wajib dihormati.


"Kami menyayangkan terjadinya insiden kekerasan terhadap kader HMI dalam pelaksanaan aksi penyampaian pendapat di Cilegon," ujar Dedy dalam pernyataannya, Selasa (16/9/2026).


Dedy meminta insiden itu diusut secara transparan dan objektif. Jika terbukti ada oknum aparat melakukan pemukulan, ia harus diproses dan bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum.


Tidak hanya diproses hukum, KAHMI Banten juga menuntut tanggung jawab moral.


"Sebagai bentuk tanggung jawab dan upaya menjaga hubungan baik antara aparat dan mahasiswa, oknum yang terbukti melakukan tindakan tersebut dapat tampil dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada kader HMI yang menjadi korban," kata Dedy.


Menurutnya, kritik mahasiswa tidak boleh dibalas dengan kekerasan. Negara wajib menjamin ruang dialog.


"Kritik mahasiswa harus dijawab dengan ruang dialog dan argumentasi, bukan dengan kekerasan. Kami mendorong penyelesaian persoalan ini secara bermartabat, transparan, dan sesuai hukum," pungkasnya.


Sebelumnya, HMI Cabang Cilegon mengaku seorang kadernya dipukul oknum tak berseragam saat aksi camp APBD di Pemkot Cilegon 15-16 September. HMI menyebut memiliki bukti video dan akan melapor ke Polres Cilegon.


(Yan*/Red)

Post a Comment

أحدث أقدم