Cilegon, (KBN.COM) – Kabar baik bagi masyarakat Kota Cilegon yang tengah mempersiapkan masa depan melalui pendidikan tinggi. Pemerintah Kota Cilegon segera membuka pendaftaran Beasiswa Cilegon Juare 2026 dengan kuota perencanaan mencapai 763 penerima.
Program ini menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Cilegon untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Cilegon, H. Rahmatulloh, mengatakan Beasiswa Cilegon Juare diperuntukkan bagi masyarakat yang memenuhi kategori dan persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.
Program tersebut menyasar mahasiswa dari keluarga kurang mampu, penerima kategori prestasi, serta kelompok afirmasi seperti penyandang disabilitas. Selain itu, terdapat pula sasaran penerima dari kelompok yatim/piatu maupun anak panti asuhan atau Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), sesuai ketentuan program.

“Pendaftaran dilakukan secara online melalui portal Sicerdas Cilegon. Calon penerima harus melengkapi persyaratan yang sudah ditentukan karena nantinya dokumen akan diverifikasi oleh panitia seleksi,” kata Rahmatulloh saat ditemui di kantornya, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, program ini bukan sekadar bantuan biaya kuliah. Beasiswa Cilegon Juare merupakan bagian dari kebijakan strategis Pemerintah Kota Cilegon yang diarahkan untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada putra-putri daerah dalam memperoleh pendidikan tinggi berkualitas.
Rahmatulloh juga meminta masyarakat yang akan mengikuti program tersebut tidak menganggap remeh kelengkapan administrasi.
“Kami mohon kerja sama seluruh stakeholder, termasuk calon penerima manfaat beasiswa, agar benar-benar memanfaatkan kesempatan ini. Persyaratan harus lengkap dan sesuai,” tegasnya.
Hingga saat ini, Pemkot Cilegon telah menjalin kerja sama dengan 23 perguruan tinggi. Kerja sama tersebut masih memungkinkan berkembang sesuai kebutuhan dan evaluasi pemerintah daerah.
“Sampai saat ini sudah ada 22 perguruan tinggi yang bekerja sama. Tentunya ini masih dalam tahap perkembangan dan nantinya akan dilakukan evaluasi secara berkala sesuai ketentuan Peraturan Wali Kota,” ujarnya.
Ahli Muda Madya Kesra Kota Cilegon, Adi Tri Prasetyo, menambahkan bahwa Beasiswa Cilegon Juare merupakan program prioritas Kepala Daerah Kota Cilegon, Robinsar dan Fajar Hadi Prabowo, yang harus direalisasikan pada 2026.
Menurut Adi, program tersebut memiliki tujuan strategis, terutama dalam memastikan masyarakat Cilegon mempunyai kesempatan yang lebih setara untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
“Target dan tujuan dari program prioritas ini adalah mengoptimalkan SDM di Kota Cilegon agar memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan jenjang perguruan tinggi,” kata Adi.
Berdasarkan ketentuan yang telah diatur dalam Peraturan Wali Kota, program beasiswa tersebut mencakup dua jenjang pendidikan, yakni S1 dan D3.
Untuk jenjang S1, masa pemberian beasiswa direncanakan mulai semester 1 hingga semester 8. Sedangkan untuk jenjang D3, diberikan mulai semester 1 hingga semester 6.
Masyarakat yang sudah menunggu program ini diminta mulai mempersiapkan diri. Pendaftaran Beasiswa Cilegon Juare 2026 direncanakan dibuka pada minggu kedua September 2026, dengan target pelaksanaan pada 11 September 2026.
“Direncanakan pendaftaran dilaksanakan pada minggu kedua bulan September, tepatnya sekitar tanggal 11 September 2026,” ujar Adi.
Untuk mendapatkan informasi terbaru, masyarakat dapat memantau portal Sicerdas Cilegon serta akun media sosial Kesra Setda Kota Cilegon.
Dari sisi kuota, pemerintah telah menyiapkan perencanaan anggaran untuk 763 penerima. Jumlah tersebut menjadi peluang bagi masyarakat Cilegon yang ingin melanjutkan pendidikan namun menghadapi keterbatasan ekonomi, sekaligus bagi mereka yang masuk dalam kategori prestasi maupun afirmasi.
Adi menjelaskan terdapat tiga kategori utama penerima Beasiswa Cilegon Juare, yakni kategori berprestasi, kategori tidak mampu, dan kategori afirmasi yang memberikan prioritas kepada penyandang disabilitas.
“Kami persilakan masyarakat untuk mempersiapkan diri dan mendaftar sesuai kategori yang tersedia,” katanya.
Pemerintah juga menekankan bahwa penerima beasiswa nantinya memiliki tanggung jawab dalam penggunaan bantuan. Setiap laporan pertanggungjawaban harus disertai bukti atau dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai ketentuan hukum.
Di sisi lain, peluang memperluas manfaat program juga terbuka melalui kolaborasi dengan pihak di luar pemerintah daerah. Dalam ketentuan Peraturan Wali Kota, skema pendanaan Beasiswa Cilegon Juare memungkinkan berasal dari sumber di luar APBD Pemerintah Kota Cilegon.
Dengan demikian, ruang kolaborasi terbuka bagi perusahaan, lembaga maupun pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan dan peningkatan kualitas SDM Kota Cilegon.
“Kalau ada pihak di luar Pemerintah Kota Cilegon yang berkenan berkolaborasi, tentu ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengoptimalkan dan meningkatkan kualitas SDM Kota Cilegon,” ujar Adi.
Program Beasiswa Cilegon Juare 2026 pada akhirnya bukan hanya soal siapa yang mendapatkan bantuan kuliah. Lebih jauh, program ini menjadi bagian dari investasi pemerintah daerah terhadap generasi muda Cilegon.
Dengan kuota 763 penerima dan kerja sama dengan 22 perguruan tinggi, kesempatan tersebut kini terbuka. Tinggal bagaimana calon penerima memanfaatkan peluang itu dengan serius, mulai dari memastikan kategori hingga menyiapkan seluruh dokumen yang dipersyaratkan.
Jangan menunggu pendaftaran dibuka baru mulai bergerak. Sebab, kesempatan mendapatkan beasiswa bisa ditentukan bukan hanya oleh prestasi, tetapi juga oleh kesiapan memenuhi persyaratan.
(Yan/Red*)



إرسال تعليق