‎Memaknai Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Menjaga Warisan Dan Pembinaan Spiritual Masyarakat ‎ ‎Tulis Oleh: Hj. Abadiah


‎Tulis Oleh: Hj. Abadiah
‎Ketua Yayasan Al-Inayah/Anggota DPRD 
Cilegon Selasa, 25/08/2026


‎Cilegon, (KBN,COM). - Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) Maulid Nabi Muhammad Saw.
‎untuk mengenang kelahiran Rasulullah dan meneladani akhlaknya. Perayaan ini dirayakan setiap tahun pada 12 Rabiul Awal Hijriah dan memiliki beberapa hikmah.


‎Maksud dari  Peringatan Maulid Nabi SAW Wujud Syukur dan Mahabbah (Cinta) Mengungkapkan rasa syukur atas lahirnya Nabi Muhammad SAW sebagai rahmatan lil 'alamin (rahmat bagi semesta alam) serta menumbuhkan rasa cinta yang mendalam kepada Rasulullah.


Mencintai Rasulullah merupakan bagian dari kesempurnaan iman, dan peringatan ini memperkuat kecintaan tersebut secara nyata.


‎Memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan mengingat perjuangan Nabi, motivasi untuk beribadah dan bertakwa ikut menguat.

‎Mendekatkan diri kepada Allah melalui amal saleh:
‎Momentum ini mendorong umat memperbanyak ibadah, mulai dari membaca sholawat Nabi hingga sedekah.


Mempererat ukhuwah Islamiyah dan silaturahmi. Perkumpulan dalam peringatan Maulid menyatukan umat dari berbagai kalangan. Nilai persaudaraan antar sesama pemeluk Islam semakin tumbuh melalui kebersamaan ini.


‎Sebagai perwakilan rakyat sekaligus pengelola lembaga pendidikan keagamaan, peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremoni belaka, melainkan menjadi momentum pembenahan moral, peningkatan kualitas pendidikan akhlak, serta penguatan komitmen untuk hadir melayani masyarakat secara nyata.


‎Mengenang dan meneladani kehidupan Rasulullah SAW. Peringatan ini menjadi kesempatan mempelajari sirah dan meneladani sifat terpuji beliau. Menghayati keteladanan akhlak Nabi Muhammad membantu umat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.


‎Menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. 


 Menjadikan momentum tahunan untuk membumikan ajaran Islam, memperkuat tradisi keagamaan yang sejuk, serta mengenalkan sejarah perjuangan Nabi (Sirah Nabawiyah) secara berkelanjutan kepada generasi muda untuk lebih mengetahui sejarah nabi Muhammad Saw.


‎Ruang Silaturahmi Keumatan,  Menjadi wahana berkumpulnya tokoh masyarakat, ulama, pemerintah, dan warga untuk mempererat tali persaudaraan (ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah).


‎Tujuan Peringatan Maulid Nabi SAW Transformasi Akhlak (Teladan):

‎Mendorong masyarakat dan para santri/siswa untuk meneladani sifat-sifat utama Nabi—Siddiq (jujur), Amanah (terpercaya), Tabligh (menyampaikan kebenaran), dan Fathonah (cerdas)—dalam kehidupan sehari-hari.


‎Penguatan Karakter & Pendidikan Generasi Muda: Membentuk mentalitas generasi penerus yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.


‎Refleksi Kepemimpinan dan Pelayanan:

Mengingatkan para pemangku kebijakan dan pemimpin masyarakat untuk meneladani kepemimpinan Rasulullah yang adil, bijaksana, dan senantiasa memperjuangkan kesejahteraan rakyatnya.


(Yan/Red*)



Post a Comment

أحدث أقدم