Cilegon, (KBN.COM) – Ribuan jemaah dari berbagai wilayah di Provinsi Banten memadati Haul Syuhada Geger Cilegon 1888 yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon, Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mengenang perjuangan para syuhada sekaligus menguatkan dukungan agar KH Wasyid bin Abbas (Ki Wasyid) ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
Haul dihadiri para ulama, umara, tokoh masyarakat, unsur Pemerintah Kota Cilegon, serta keluarga besar keturunan Ki Wasyid. Ribuan jemaah tampak mengikuti rangkaian doa bersama dan mengenang perjuangan tokoh utama perlawanan rakyat Banten dalam peristiwa Geger Cilegon 1888.
Ki Wasyid dikenal sebagai ulama kharismatik yang lahir di Banten sekitar tahun 1843. Selain mengajarkan ilmu agama, ia juga mendidik masyarakat melalui seni bela diri tradisional. Pengaruhnya yang besar di tengah masyarakat menjadikan Ki Wasyid sebagai pemimpin perlawanan terhadap kolonial Belanda dalam peristiwa Geger Cilegon 1888.
Generasi keempat ahli waris Ki Wasyid, KH Asep Sowatullah, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Haul Syuhada Geger Cilegon 1888 sehingga berlangsung aman dan lancar.
"Atas nama keluarga besar Ki Wasyid, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh ulama, masyarakat, dan Pemerintah Kota Cilegon yang telah menyukseskan haul tahun ini," kata KH Asep.
Dalam kesempatan itu, ia kembali menyampaikan harapan kepada Presiden Prabowo Subianto agar menetapkan KH Wasyid bin Abbas sebagai Pahlawan Nasional.
"Beliau adalah ulama sekaligus pejuang yang memimpin perlawanan rakyat Banten terhadap penjajah. Kami berharap Bapak Presiden Prabowo Subianto dapat memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada KH Wasyid bin Abbas," ujarnya.
Menurut KH Asep, usulan penetapan Ki Wasyid sebagai Pahlawan Nasional telah beberapa kali diajukan melalui Pemerintah Provinsi Banten dan Kementerian Sosial. Pada tahun ini, dokumen usulan kembali diperbarui sesuai mekanisme yang berlaku.
Ia menyebut keluarga terus mengikuti proses penilaian yang sedang berjalan dan berharap pengumuman penerima gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2026 membawa kabar baik bagi masyarakat Banten.
"Kami terus berikhtiar dan berdoa. Alhamdulillah, dukungan terus mengalir dari para ulama, masyarakat Banten, hingga Pemerintah Kota Cilegon. Semoga perjuangan KH Wasyid mendapat penghargaan dari negara," tutup KH Asep.
Haul Syuhada Geger Cilegon 1888 tidak hanya menjadi agenda tahunan untuk mengenang jasa para pejuang, tetapi juga menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan, persatuan, dan nilai-nilai keislaman yang diwariskan para syuhada tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
(Yan/Red*)

إرسال تعليق