Cilegon, (KBN.COM) – Komisi II DPRD Kota Cilegon menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Cilegon di ruang rapat DPRD, Selasa (14/7/2026). Forum tersebut menjadi ajang evaluasi terhadap capaian program kerja sekaligus membahas sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian masyarakat.
Anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon dari Fraksi Partai Golkar, Hidayatulloh, menilai kedua organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut telah menunjukkan sejumlah capaian positif. Namun demikian, ia menegaskan masih ada beberapa program strategis yang perlu dipercepat agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Dalam sektor sosial, Hidayatulloh memberikan apresiasi atas keberhasilan Dinas Sosial dalam menekan angka kemiskinan di Kota Cilegon. Menurutnya, penurunan angka kemiskinan dari sekitar 17,350 persen menjadi 16,050 persen merupakan indikator bahwa program penanggulangan kemiskinan mulai menunjukkan hasil yang positif.
"Alhamdulillah, kami mengapresiasi capaian Dinas Sosial. Penurunan angka kemiskinan menjadi bukti bahwa berbagai program yang dijalankan mulai memberikan dampak bagi masyarakat," ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat pemerintah berpuas diri. Komisi II, kata dia, masih menerima berbagai aspirasi masyarakat, salah satunya terkait belum kembali bergulirnya program santunan kematian yang dinilai sangat membantu keluarga kurang mampu.
Menurut Hidayatulloh, bantuan tersebut memiliki nilai sosial yang tinggi karena dapat meringankan beban keluarga yang sedang berduka, terutama dalam memenuhi kebutuhan prosesi pemakaman hingga kegiatan tujuh harian.
"Kami berharap program santunan kematian dapat kembali direalisasikan. Program ini sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu yang sedang mengalami musibah," katanya.
Ia menjelaskan, apabila program tersebut kembali dijalankan, diperkirakan sekitar 450 penerima manfaat dapat memperoleh bantuan dengan nilai sekitar Rp2 juta per orang. Menurutnya, meskipun kondisi fiskal daerah masih menjadi tantangan, pemerintah tetap perlu mencari formulasi agar program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dapat kembali berjalan.
Selain itu, Hidayatulloh juga menyoroti pentingnya validitas data penerima bantuan sosial. Ia meminta Dinas Sosial terus mengoptimalkan proses pemutakhiran data agar penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran.
Menurutnya, sinkronisasi data tidak hanya mengacu pada pembaruan data dari Kementerian Sosial, tetapi juga harus diperkuat melalui pendataan di tingkat RT, RW hingga kelurahan.
"Pendataan harus terus diperbaiki agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak terlewat. Validitas data menjadi kunci keberhasilan program bantuan sosial," tegasnya.
Di sektor kepemudaan dan olahraga, Komisi II juga mengevaluasi kinerja Disporapar. Berdasarkan paparan dalam rapat, realisasi anggaran hingga semester pertama telah mencapai 40,74 persen dari total APBD sebesar Rp32,8 miliar.
Hidayatulloh menekankan bahwa Disporapar memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang berprestasi. Ia meminta pembinaan atlet dilakukan secara berjenjang sejak usia dini sehingga Kota Cilegon mampu melahirkan atlet-atlet yang dapat bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Menurutnya, hasil evaluasi pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) menjadi bahan perbaikan agar sistem pembinaan olahraga ke depan lebih terarah dan berkelanjutan.
"Pembinaan atlet usia dini harus menjadi prioritas. Potensi putra-putri terbaik Cilegon perlu dipetakan sejak awal agar mampu mengharumkan nama daerah di berbagai ajang olahraga," ujarnya.
Hidayatulloh juga menyampaikan apresiasi terhadap rencana pembangunan stadion mini yang menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota Cilegon di bawah kepemimpinan Wali Kota Robinsar dan Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo.
Ia menyebut pembangunan stadion mini di empat kecamatan mulai menunjukkan perkembangan positif dan diharapkan dapat direalisasikan pada 2026 hingga 2027.
"Ini menjadi kabar baik bagi masyarakat. Kehadiran stadion mini nantinya diharapkan mampu menjadi pusat pembinaan olahraga sekaligus ruang aktivitas positif bagi generasi muda," katanya.
Tak hanya olahraga, Komisi II juga mendorong Disporapar lebih serius mengembangkan sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi daerah. Menurut Hidayatulloh, Cilegon tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga memiliki potensi wisata alam yang layak dikembangkan.
Destinasi seperti Pantai Merah Kecil, Pantai Merah Besar, Situ Rawa Arum, hingga Gunung Kembar dinilai memiliki daya tarik yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Kami berharap potensi wisata yang dimiliki Kota Cilegon terus dikembangkan secara maksimal. Dengan pengelolaan yang baik, sektor pariwisata bisa menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah sekaligus meningkatkan PAD," tutup Hidayatulloh.
(Yan/Red*)

إرسال تعليق