Kelurahan Ciwaduk Pelopori Pelatihan Pemandi Jenazah Bersertifikat di Kota Cilegon


Cilegon, (KBN.COM) - Kelurahan Ciwaduk terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan sosial kemasyarakatan melalui penguatan kapasitas para pemandi jenazah. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggelar Pelatihan Pemulasaraan Jenazah yang diinisiasi oleh pemerintah kelurahan dengan dukungan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cilegon.

Kegiatan tersebut menjadi upaya untuk memastikan para pemandi jenazah memiliki kompetensi yang memadai, baik dari aspek syariat Islam maupun prosedur teknis pemulasaraan jenazah yang benar. Selain meningkatkan keterampilan, pelatihan ini juga diarahkan sebagai langkah awal menuju standarisasi profesi melalui sertifikasi.

Lurah Ciwaduk, Nurul Hadiyati, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah kelurahan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang selama ini mengemban tugas sosial yang sangat penting di tengah masyarakat.

"Hari ini terlaksana kegiatan pemulasaraan jenazah yang kami inisiasi. Alhamdulillah mendapatkan dukungan dari BAZNAS," ujar Nurul kepada wartawan.

Menurutnya, hingga saat ini Kelurahan Ciwaduk memiliki 43 orang pemandi jenazah. Namun, sebagian besar di antaranya belum mengantongi sertifikat pelatihan sebagai bukti kompetensi yang diakui secara resmi.

Karena itu, pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sekaligus menambah jumlah pemandi jenazah yang memiliki keahlian sesuai standar.

"Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pemandi jenazah di Kelurahan Ciwaduk. Saat ini jumlahnya 43 orang dan masih banyak yang belum bersertifikat," jelasnya.

Nurul menegaskan, keberadaan sertifikat nantinya akan menjadi salah satu persyaratan bagi pemandi jenazah yang memperoleh honorarium dari pemerintah. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong para petugas untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan yang terstruktur.

"Ke depan, pemandi jenazah yang menerima honor wajib memiliki sertifikat pelatihan," tegasnya.

Pelatihan tersebut diikuti sebanyak 30 peserta yang merupakan perwakilan dari sembilan Rukun Warga (RW) di Kelurahan Ciwaduk. Menurut Nurul, program ini menjadi yang pertama dilaksanakan di tingkat kelurahan di Kota Cilegon dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lainnya.

"Ini merupakan inisiatif kami dan sejauh ini baru Kelurahan Ciwaduk yang melaksanakan. Pesertanya sebanyak 30 orang dari sembilan RW," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kota Cilegon, Ardawi Muhsin, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah inovatif yang dilakukan Kelurahan Ciwaduk. Menurutnya, pelatihan tersebut sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas pelayanan pemulasaraan jenazah di Kota Cilegon.

Selain mendukung pelaksanaan pelatihan, BAZNAS juga memberikan santunan kepada para peserta sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjalankan tugas kemanusiaan yang sangat dibutuhkan masyarakat.

"Dalam rangka meningkatkan kualitas pemulasaraan jenazah di Kota Cilegon, BAZNAS memberikan santunan kepada mereka agar lebih semangat dalam menjalankan tugasnya," ujar Ardawi.

Ia berharap program serupa dapat direplikasi oleh kelurahan-kelurahan lain di Kota Cilegon sehingga semakin banyak pemandi jenazah yang memiliki kompetensi, sertifikasi, dan mampu memberikan pelayanan yang profesional sesuai tuntunan syariat serta standar pelayanan masyarakat.

Pelatihan ini menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia yang menjalankan fungsi-fungsi sosial di tengah masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan pelayanan pemulasaraan jenazah di Kota Cilegon semakin profesional, humanis, dan memberikan rasa aman bagi keluarga yang ditinggalkan.

(Yan/Red*)

Post a Comment

أحدث أقدم