PLN Peduli Gandeng Pemkot Cilegon Gelar Pelatihan Membatik, Dorong UMKM Naik Kelas


Cilegon, (KBN.COM)
– Komitmen mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat terus ditunjukkan PT PLN melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Bersama Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), PLN Peduli menggelar Pelatihan Membatik yang diikuti puluhan pelaku UMKM di kawasan Taman Landmark Kota Cilegon, Rabu (3/6/2026).


Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Ahmad Aziz Ade Setia, serta dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Cilegon, jajaran PLN UID Banten, dan sekitar 50 peserta yang merupakan binaan Dinas Koperasi dan UMKM.


Dalam sambutannya, Ahmad Aziz Ade Setia menyampaikan apresiasi kepada PLN yang telah menghadirkan program pelatihan berbasis keterampilan bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam menciptakan peluang usaha baru sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di Kota Cilegon.


"Pelatihan ini diharapkan dapat menambah ragam produk UMKM. Jika sebelumnya lebih banyak bergerak di sektor makanan dan minuman, kini dapat berkembang ke produk batik, kerajinan tangan, hingga produk jahitan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi," ujar Aziz.


Ia menilai peningkatan keterampilan atau soft skill masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menciptakan pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing.


Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Cilegon, Suhendi, menjelaskan bahwa pelatihan membatik merupakan bagian dari program TJSL PLN yang diarahkan untuk memperkuat kompetensi para pelaku UMKM agar mampu naik kelas.


"Program ini merupakan dukungan nyata dari PLN melalui TJSL. Ada sekitar 50 peserta yang mengikuti pelatihan membatik dan kami berharap kegiatan seperti ini dapat berlanjut pada program-program pemberdayaan lainnya," kata Suhendi.


Menurutnya, selain keterampilan teknis, para pelaku UMKM juga perlu memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.


Suhendi menambahkan, Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Koperasi dan UMKM terus memberikan berbagai bentuk pendampingan kepada pelaku usaha. Mulai dari fasilitasi perizinan usaha, sertifikasi halal, izin edar hingga akses pembiayaan melalui program dana bergulir yang didukung APBD.


"Kami memfasilitasi sertifikat halal secara gratis, membantu pengurusan izin edar dan berbagai kebutuhan legalitas usaha. Selain itu, ada program dana bergulir tanpa bunga yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya," jelasnya.


Sementara itu, Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Banten, Gilang, mengatakan program pelatihan membatik ini merupakan bagian dari upaya PLN mendukung pembangunan ekonomi lokal yang selaras dengan program Pemerintah Kota Cilegon.


Program tersebut juga melibatkan Rinara Batik, usaha kreatif yang dikembangkan oleh Rina Rahmayanti bersama kelompok rentan, termasuk ibu-ibu prasejahtera dan anak berkebutuhan khusus.


"Melalui program TJSL, PLN berupaya menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. Ke depan juga terdapat rencana pengembangan galeri UMKM di Kota Cilegon yang diharapkan dapat menjadi ruang promosi dan pemasaran bagi produk-produk lokal," ujar Gilang.


Ia berharap keberadaan galeri tersebut mampu menjadi sarana bagi UMKM untuk meningkatkan kualitas usaha sekaligus memperluas akses pasar.


Di sisi lain, Ketua Rinara Batik, Rina Rahmayanti, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program Banten Inclusive Preneur, sebuah program pemberdayaan masyarakat yang memberikan pelatihan berbagai keterampilan seperti membatik, kriya, melukis, dan menjahit kepada berbagai kelompok masyarakat, termasuk kelompok rentan.


Menurut Rina, Rinara Batik telah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dekranasda Kota Cilegon sejak tahun 2023.


"Berkat kolaborasi yang terjalin selama ini, kami dapat terus melakukan pendampingan kepada masyarakat. Saat ini Rinara Batik juga memiliki galeri yang berlokasi di kawasan Pondok Cilegon Indah (PCI) sebagai pusat edukasi dan promosi produk batik lokal," ungkapnya.


Melalui kolaborasi antara PLN, Pemerintah Kota Cilegon, dan komunitas pelaku usaha kreatif, pelatihan membatik ini diharapkan mampu melahirkan wirausahawan baru sekaligus memperkuat ekosistem UMKM yang lebih inovatif, mandiri, dan berdaya saing di Kota Cilegon.


(Yan/Red*)

Post a Comment

أحدث أقدم