Cilegon, (KBN.COM) – Komitmen Pemerintah Kota Cilegon dalam mewujudkan transformasi digital terus diperkuat melalui kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan. Salah satunya bersama Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Banten yang selama ini berperan aktif dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi dan internet di wilayah tersebut.
Sinergi itu menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) APJII Banten 2026 yang digelar di Aston Cilegon, Selasa 9 Juni 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Cilegon Robinsar, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Provinsi Banten Beni Ismail, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kota Cilegon Agus Zulkarnain, Ketua APJII Banten Syarifuddin, serta para penyelenggara jasa internet dari berbagai daerah di Provinsi Banten.
Bagi Pemerintah Kota Cilegon, transformasi digital bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat daya saing investasi, serta membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Cilegon Robinsar menyampaikan apresiasi atas kepercayaan APJII Banten yang menjadikan Kota Cilegon sebagai tuan rumah Rakerwil tahun ini. Menurutnya, hubungan baik yang terjalin selama ini telah menghasilkan berbagai program nyata yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Salah satu contoh kolaborasi tersebut adalah program penataan kabel utilitas dan jaringan internet melalui sistem bawah tanah (underground) di sejumlah ruas jalan utama Kota Cilegon.
"Alhamdulillah, jika Bapak dan Ibu melintasi kawasan Cilegon Timur hingga Landmark Cilegon, kabel-kabel utilitas di sepanjang jalur tersebut kini sudah tertata melalui sistem underground. Ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara APJII dan Pemerintah Kota Cilegon," ujar Robinsar.
Penataan jaringan bawah tanah tersebut tidak hanya membuat kawasan perkotaan terlihat lebih rapi dan modern, tetapi juga menjadi langkah penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur digital yang berkelanjutan.
Lebih menarik lagi, program tersebut berhasil direalisasikan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Padahal, berdasarkan perhitungan awal, kebutuhan anggaran yang harus disiapkan pemerintah daerah mencapai Rp8 hingga Rp10 miliar.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemkot Cilegon memilih membangun komunikasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi alternatif. Hasilnya, proyek yang diperkirakan bernilai hingga Rp20 miliar tersebut dapat diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor.
"Awalnya kami menyiapkan skema pembiayaan melalui APBD. Namun berkat komunikasi dan dukungan berbagai pihak, termasuk APJII, program ini bisa terlaksana tanpa menggunakan anggaran daerah. Nilai pekerjaannya bahkan mencapai sekitar Rp20 miliar dan manfaatnya sangat besar bagi wajah Kota Cilegon," kata Robinsar.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan daerah dapat dilakukan secara efektif melalui kemitraan yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha.
Tak berhenti pada penataan infrastruktur, Pemkot Cilegon juga berharap APJII dapat terus membantu memperluas jangkauan layanan internet hingga ke wilayah-wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses atau blank spot.
Robinsar menilai akses internet saat ini telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat, baik untuk pendidikan, layanan publik, aktivitas ekonomi, hingga komunikasi sehari-hari.
"Saya menganggap teman-teman APJII sebagai pejuang era digital. Karena internet saat ini sudah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Ke depan kami berharap akses internet dapat semakin merata dan menjangkau seluruh wilayah," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Statistik dan Persandian Provinsi Banten Beni Ismail menyebut tema Rakerwil APJII tahun ini, Membangun Banten Go Digital, sangat sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Provinsi Banten.
Menurut Beni, transformasi digital kini menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda karena berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.
"Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Teknologi menjadi instrumen penting untuk meningkatkan pelayanan, memperkuat daya saing daerah, dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat," ujarnya.
Ia juga menilai Kota Cilegon memiliki posisi strategis dalam mendorong percepatan digitalisasi di Provinsi Banten. Sebagai kota industri dan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi daerah, kesiapan infrastruktur digital di Cilegon akan memberikan efek positif bagi wilayah sekitarnya.
Di sisi lain, Ketua APJII Banten Syarifuddin menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur digital membutuhkan hubungan yang harmonis antara pemerintah daerah dan para penyelenggara jasa internet.
Menurutnya, kepastian regulasi dan iklim investasi yang kondusif menjadi faktor penting untuk mendorong pengembangan jaringan internet yang lebih luas dan berkualitas.
"Anggota APJII telah berinvestasi cukup besar dalam pembangunan infrastruktur internet di Banten. Karena itu, komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah menjadi sangat penting untuk memberikan kepastian investasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat," jelasnya.
Syarifuddin menambahkan, proses penataan kabel fiber optik di Kota Cilegon menjadi contoh sukses kolaborasi yang berjalan efektif. Melalui koordinasi yang intensif, pekerjaan dapat dilaksanakan tanpa menimbulkan gangguan berarti terhadap layanan internet masyarakat maupun sistem layanan pemerintahan.
Melalui Rakerwil APJII Banten 2026, seluruh pihak berharap sinergi antara pemerintah, penyelenggara jasa internet, dunia usaha, dan masyarakat dapat semakin diperkuat. Dengan demikian, cita-cita mewujudkan Banten Go Digital dapat tercapai melalui pembangunan infrastruktur yang merata, layanan yang semakin modern, serta transformasi digital yang berkelanjutan.
Bagi Kota Cilegon, kolaborasi ini bukan hanya tentang teknologi, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan kota yang lebih maju, terkoneksi, dan siap menghadapi tantangan era digital.
(Yan/Red*)

إرسال تعليق