Cilegon, (KBN.COM) – Mantan Wakil Wali Kota Cilegon, Ratu Ati Marliati, menegaskan dirinya telah mengundurkan diri dari kepengurusan partai politik sebagai syarat mengikuti proses seleksi calon komisaris independen PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM).
Pernyataan itu disampaikan Ratu Ati saat ditemui awak media di Hotel The Royale Krakatau, Kota Cilegon, Kamis (21/5/2026).
Menurut Ati, keputusan mundur dari Partai Golkar bukan hal mendadak, melainkan bagian dari mekanisme dan regenerasi kepemimpinan di internal partai.
“Kalau saya ikut proses ini, tentu syaratnya harus sudah terpenuhi. Jadi memang sudah mengundurkan diri dari partai. Kita juga perlu regenerasi kepemimpinan,” ujar Ati.
Ia mengatakan, proses pergantian kepemimpinan di tubuh partai nantinya akan dibahas bersama struktur organisasi dan Dewan Pertimbangan partai sebelum diajukan ke tingkat provinsi.
Ati menegaskan dirinya tetap menghormati Partai Golkar sebagai tempat pengabdian politik yang telah membesarkan dirinya dan keluarganya.
“Bagaimanapun juga saya pernah mengabdi di partai itu. Ayah saya, kemudian saya, juga Pak Iman Ariyadi. Jadi tentu ada ikatan sejarah dan pengabdian di sana,” katanya.
Meski demikian, Ati mengaku tertarik mengikuti seleksi komisaris PCM karena merasa memiliki kedekatan emosional dan pemahaman terhadap lahirnya perusahaan daerah tersebut.
Sebelum menjadi Wakil Wali Kota Cilegon, Ati diketahui pernah menjabat di sejumlah posisi birokrasi, termasuk di Bappeda, Plt Sekda, hingga sempat menjadi komisaris di PT PCM.
“Walaupun tidak lama menjadi komisaris, sedikit banyak saya tahu bagaimana lahirnya PCM dan bagaimana perusahaan ini dibangun,” ujarnya.
Ati menilai peran komisaris sangat penting dalam memberikan masukan strategis bagi kemajuan perusahaan, terlebih PCM merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dibangun melalui penyertaan modal pemerintah daerah.
Ia juga menyinggung sejarah berdirinya PCM yang menurutnya menjadi salah satu cita-cita almarhum ayahnya agar perusahaan tersebut mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kota Cilegon.
“Harapannya PCM bisa memberikan manfaat besar untuk masyarakat, termasuk dari sisi dividen dan pengembangan pelabuhan,” ucapnya.
Menurut Ati, selama ini dirinya hanya bisa memberikan pandangan dari luar. Namun jika dipercaya menjadi komisaris, ruang kontribusi akan lebih besar karena bisa terlibat langsung dalam pembahasan dan pengambilan keputusan bersama direksi serta pemerintah daerah.
“Kalau di luar, kita hanya melihat dan memberi masukan sebatas masyarakat umum. Tapi kalau di dalam, kita bisa duduk bersama mencari solusi untuk kemajuan PCM,” katanya.
Ia juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi PCM, termasuk pengembangan pelabuhan dan peningkatan pelayanan agar perusahaan daerah itu bisa lebih kompetitif ke depan.
“PCM harus menjadi pelabuhan yang lebih baik lagi. Banyak hal yang menurut saya masih bisa dikembangkan,” tambahnya.
Terkait kesiapan waktu, Ati mengaku mendapat dukungan penuh dari keluarga. Menurutnya, tugas komisaris tidak sepadat direksi sehingga masih memungkinkan untuk menjalankan aktivitas lainnya.
“Anak-anak juga sudah besar dan mandiri. Jadi saya pikir masih bisa memberikan kontribusi dan waktu untuk PCM,” tuturnya.
Di akhir pernyataannya, Ati meminta doa agar proses seleksi yang dijalaninya dapat berjalan lancar.
“Kalau nanti diberikan amanah dan lolos, Insya Allah saya ingin memberikan kontribusi terbaik untuk PCM dan Kota Cilegon,” pungkasnya.
(Yan/Red*)

إرسال تعليق