Cilegon, (KBN.COM) – Mantan Wakil Wali Kota Cilegon, Ratu Ati Marliati, membantah anggapan bahwa dirinya meninggalkan dunia politik hanya demi mendaftar sebagai calon komisaris di PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM).
Ati menegaskan, pengunduran dirinya dari jabatan politik di tubuh DPD II Partai Golkar Cilegon dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan dan bagian dari proses regenerasi kepemimpinan partai.
“Kalau saya ikut seleksi ini, tentu syaratnya harus dipenuhi. Maka saya sudah mengundurkan diri dari partai. Itu juga bagian dari regenerasi di Golkar,” ujar Ati kepada awak media, Rabu (20/5/2026).
Menurut Ati, langkah tersebut bukan berarti dirinya menjauh dari dunia politik maupun organisasi yang selama ini membesarkan namanya. Ia mengaku tetap memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Partai Golkar dan keluarga besar politiknya.
“Partai itu tempat saya mengabdi. Ayah saya, saya sendiri, Pak Iman Ariyadi, semuanya punya perjalanan panjang di situ. Jadi bukan berarti saya meninggalkan partai begitu saja,” katanya.
Ati juga menepis anggapan bahwa dirinya menghindari media terkait isu pengunduran dirinya. Ia menyebut proses pergantian struktur partai harus dibahas secara internal dan penuh kehati-hatian agar tidak menimbulkan gejolak organisasi.
“Nama pengganti sebenarnya sudah ada, tapi semua harus melalui mekanisme partai dan dibahas bersama Dewan Pertimbangan serta DPD I Golkar,” ungkapnya.
Keputusan mengikuti seleksi calon komisaris PCM, kata Ati, didasari keinginannya untuk kembali berkontribusi terhadap pembangunan daerah, khususnya di sektor pelabuhan dan BUMD strategis Kota Cilegon.
Ia merasa memiliki kedekatan historis dengan lahirnya PCM karena pernah terlibat di pemerintahan saat perusahaan daerah tersebut dibentuk.
“Saya dulu pernah di Bappeda, sempat jadi Plt Sekda, kemudian Wakil Wali Kota. Bahkan sebelum jadi wakil wali kota, saya juga pernah mengisi posisi komisaris PCM walaupun tidak lama. Jadi saya tahu betul sejarah lahirnya PCM,” tuturnya.
Menurut Ati, posisi komisaris bukan sekadar jabatan, melainkan ruang strategis untuk memberikan saran, pengawasan, dan dorongan terhadap kemajuan perusahaan.
“Kalau berada di dalam, ruang geraknya lebih besar. Kita bisa duduk bersama direksi dan pemerintah daerah untuk mencari solusi dan mendorong kemajuan perusahaan,” katanya.
Ati menilai PCM masih memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pelabuhan yang lebih modern dan memberikan kontribusi signifikan bagi masyarakat maupun pendapatan daerah.
“PCM ini didirikan dengan penyertaan modal daerah. Harapannya tentu bisa memberikan dividen yang baik untuk masyarakat dan menjadi pelabuhan yang lebih maju,” ujarnya.
Dalam pandangannya, PCM membutuhkan penguatan tata kelola dan arah pengembangan bisnis agar mampu bersaing serta memaksimalkan potensi pelabuhan di Kota Cilegon.
Ia menyebut sejumlah rencana besar perusahaan selama ini belum sepenuhnya terealisasi. Karena itu, ia merasa perlu ikut terlibat langsung untuk memahami kendala yang dihadapi dari dalam perusahaan.
“Kalau hanya melihat dari luar, kontribusinya terbatas. Tapi kalau ada di dalam, kita bisa berdiskusi langsung dan ikut mencari jalan keluarnya,” ucap Ati.
Meski demikian, Ati menegaskan keikutsertaannya dalam proses seleksi bukan didasari ambisi pribadi ataupun kepentingan politik tertentu.
“Tidak ada tujuan apa-apa selain ingin memberikan kontribusi karena saya tahu persis bagaimana PCM berdiri,” tegasnya.
Dukungan Keluarga dan Fokus Pengabdian
Ati juga mengaku mendapat dukungan penuh dari keluarga untuk kembali aktif di ruang pengabdian publik. Menurutnya, kondisi keluarga saat ini sudah lebih mandiri sehingga dirinya memiliki waktu lebih untuk terlibat dalam aktivitas strategis.
“Anak-anak sudah besar dan punya jalan masing-masing. Jadi sekarang saya punya ruang untuk kembali memberikan kontribusi,” katanya.
Ia menambahkan, posisi komisaris berbeda dengan direksi yang harus bekerja penuh setiap hari sehingga dinilai masih memungkinkan untuk membagi waktu dengan keluarga.
Di akhir pernyataannya, Ati berharap proses seleksi berjalan objektif dan dirinya diberi kesempatan apabila memang dinilai layak.
“Kalau nanti Allah mentakdirkan lolos, Insya Allah saya ingin memberikan yang terbaik untuk PCM dan Kota Cilegon,” pungkasnya.
(Yan/Red*)

إرسال تعليق