Rapat Pleno Golkar Cilegon Sepakati Ratu Amalia Hayani Jadi Plt Ketua


Cilegon, (KBN.COM) –
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Cilegon resmi menyepakati penunjukan Ratu Amalia Hayani sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Golkar Cilegon. Keputusan tersebut ditetapkan dalam rapat pleno yang digelar di Kantor DPD II Golkar Cilegon, Sabtu (23/5/2026).


Penetapan Ratu Amalia Hayani yang juga Anggota DPRD Provinsi Banten itu disepakati secara aklamasi oleh jajaran pengurus DPD II, Pengurus Kecamatan (PK), serta organisasi pendiri dan didirikan (ormendi) Partai Golkar.


Pimpinan Rapat Pleno sekaligus Sekretaris DPD II Golkar Cilegon, Mohammad Nasir, mengatakan rapat pleno telah memenuhi unsur kuorum sesuai mekanisme organisasi dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.


“Alhamdulillah, dari total 39 peserta yang memiliki hak suara, hanya tiga yang tidak hadir. Seluruh ormendi juga hadir, sehingga rapat pleno dinyatakan kuorum dan keputusan diambil secara aklamasi,” ujar Nasir kepada awak media.


Nasir menjelaskan, keputusan pleno tersebut selanjutnya akan diajukan kepada DPD I Partai Golkar Provinsi Banten untuk mendapatkan surat keputusan resmi. Sebab, kewenangan penerbitan SK Plt Ketua berada di tingkat provinsi.


Menurutnya, penunjukan Ratu Amalia dilakukan setelah Ketua DPD II Golkar Cilegon sebelumnya, Ratu Ati Marliati, mengundurkan diri dari jabatannya pada 27 April 2026 lalu.


“Ibu Amel diberikan tugas menjadi Plt Ketua DPD Partai Golkar Cilegon pasca pengunduran diri Ibu Ratu Ati Marliati,” katanya.


Nasir juga membenarkan bahwa pengunduran diri Ratu Ati berkaitan dengan proses seleksi jabatan komisaris independen di salah satu BUMD Kota Cilegon.


“Karena salah satu syarat menjadi komisaris independen itu tidak boleh menjabat sebagai pengurus partai politik,” jelasnya.


Terkait penetapan ketua definitif, Nasir menegaskan mekanismenya akan ditempuh melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) setelah SK Plt Ketua diterbitkan oleh DPD I Golkar Banten.


“Untuk ketua definitif harus melalui Musdalub. Kapan pelaksanaannya, kita tunggu keputusan dan SK dari provinsi terlebih dahulu,” imbuhnya.


Sementara itu, Ratu Amalia Hayani menegaskan seluruh proses penetapan dirinya sebagai Plt Ketua telah dilakukan sesuai aturan organisasi partai.


“Mekanisme sudah ditempuh dan pleno dihadiri hampir seluruh pemilik suara. Hasil pleno ini nanti disampaikan ke Ketua DPD I Golkar Banten,” ungkap Amel.


Politisi muda Golkar yang dikenal aktif di DPRD Banten itu mengaku akan melanjutkan program-program yang sebelumnya telah dijalankan Ratu Ati Marliati. Dalam waktu dekat, pihaknya akan fokus pada agenda sosial dan konsolidasi internal partai menjelang Hari Raya Iduladha.


“Agenda terdekat tentu kegiatan kurban untuk masyarakat, kemudian muscam, raker, konsolidasi internal, sampai persiapan Musdalub untuk mengantarkan ketua definitif. Selain itu juga ada agenda HUT Partai Golkar yang harus dipersiapkan,” tandasnya.


(Yan/Red*)

Post a Comment

أحدث أقدم