Cilegon, (KBN.COM) - Forum Komunikasi RT/RW (Foker C) Suralaya menyampaikan kekecewaan terhadap pelaksanaan ibadah qurban tahun 2026. Tidak hanya soal menurunnya jumlah hewan qurban, forum warga itu juga menyoroti kinerja Kelurahan Suralaya yang dinilai belum maksimal dalam mendukung proses pengurusan dan koordinasi di lapangan.
Ketua Foker C Suralaya, M Nasir, menyebut pelaksanaan qurban tahun ini menjadi salah satu yang paling berat sejak forum tersebut dibentuk. Menurutnya, berbagai kendala muncul mulai dari koordinasi yang terlambat hingga minimnya dukungan fasilitas bagi panitia.
“Kami sangat kecewa. Tahun ini jumlah hewan qurban turun cukup drastis. Proses pengurusannya juga terasa lambat dan berbelit. Padahal masyarakat berharap ada dukungan penuh dari pihak kelurahan,” kata Nasir dalam rapat evaluasi warga, Rabu dinihari (27/5/2026).
Data yang dihimpun Foker C mencatat, tahun ini hanya terkumpul enam ekor sapi dan 18 ekor kambing. Jumlah tersebut disebut menurun hampir separuh dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Nasir, salah satu persoalan utama terletak pada koordinasi antar panitia, pengurus lingkungan, dan pihak kelurahan yang dinilai kurang terstruktur. Pertemuan persiapan disebut baru dilakukan menjelang hari pelaksanaan sehingga banyak informasi berubah mendadak.
Akibatnya, sosialisasi kepada warga tidak berjalan maksimal dan data hewan qurban kerap berubah hingga mendekati hari penyembelihan.
Tak hanya itu, Foker C juga menyoroti sistem pencatatan dan pelaporan yang dianggap belum rapi. Perbedaan data antara pihak kelurahan dengan panitia di lapangan disebut sempat menyulitkan proses distribusi daging qurban kepada masyarakat.
“Kadang data yang kami terima berbeda dengan kondisi riil di lapangan. Ini membuat pembagian daging harus diatur ulang,” ujarnya.
Selain persoalan administrasi, forum warga itu juga menilai dukungan operasional dari kelurahan masih minim. Mulai dari penyediaan lokasi penyembelihan, alat kerja, hingga bantuan tenaga lebih banyak dibebankan kepada panitia mandiri dan masyarakat.
Foker C menilai, kegiatan qurban yang berskala kelurahan seharusnya mendapat perhatian dan dukungan lebih serius dari pemerintah setempat.
“Kami berharap kelurahan lebih aktif turun membantu. Jangan hanya menunggu laporan, tapi ikut hadir mengawal pelaksanaan kegiatan warga,” tambah Nasir.
Dampak dari kondisi tersebut turut dirasakan masyarakat penerima manfaat. Tahun ini, jumlah penerima daging qurban disebut harus dibatasi dan distribusi tidak lagi menjangkau wilayah sekitar seperti tahun-tahun sebelumnya.
Meski demikian, Foker C memastikan akan tetap melanjutkan kegiatan qurban pada tahun mendatang. Bahkan, forum tersebut berencana membentuk kepanitiaan baru dengan sistem yang lebih tertata serta membuka koordinasi dengan pihak industri demi membantu warga kurang mampu.
Dalam evaluasinya, Foker C juga meminta Pemerintah Kelurahan Suralaya segera melakukan pembenahan internal, memperbaiki sistem koordinasi, dan menyiapkan pelaksanaan qurban lebih awal agar persoalan serupa tidak kembali terulang.
“Kami menyampaikan ini sebagai bentuk masukan agar ke depan pelaksanaan qurban bisa lebih baik, tertib, dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya.
(Genta/Red*)

إرسال تعليق