Asap Pekat Membubung dari PT Timas Merak, Petugas Pemadam Sulit Menjangkau Titik Api


Cilegon, (KBN.COM) –
Kepulan asap hitam pekat terlihat membumbung dari kawasan industri dan galangan kapal PT Timas Merak di Jalan Pelabuhan Merak, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Minggu dini hari, 31 Mei 2026. Peristiwa yang diduga merupakan kebakaran itu terjadi sekitar pukul 01.10 WIB dan sempat memicu kekhawatiran warga yang bermukim di sekitar lokasi.


Dari sejumlah rekaman video yang beredar di kalangan warga, kobaran api tampak menyala dari bagian dalam kawasan galangan kapal. Dalam waktu singkat, asap tebal membumbung tinggi dan terlihat dari berbagai titik di sekitar Pelabuhan Merak. Kedekatan lokasi industri dengan kawasan permukiman membuat warga waswas api dapat meluas dan menjalar ke area lain.


Tak lama setelah menerima laporan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cilegon mengerahkan sejumlah armada dan personel ke lokasi. Namun upaya penanganan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Tim pemadam justru menghadapi kendala saat tiba di area perusahaan.


Petugas tidak dapat langsung menuju titik yang diduga menjadi pusat kebakaran. Selain akses yang terbatas, jalur menuju lokasi disebut tertutup bangunan dan tumpukan material sehingga menyulitkan kendaraan pemadam untuk masuk.


Kepala Seksi Operasi DPKP Kota Cilegon, Robby Firdaus, mengatakan personelnya tiba kurang dari 10 menit setelah laporan diterima. Meski demikian, hingga beberapa waktu setelah kedatangan, tim masih tertahan di luar area.


“Kami sudah tiba di lokasi dalam waktu kurang dari 10 menit setelah menerima laporan. Namun hingga saat ini kami belum bisa masuk ke dalam area galangan. Jalur akses sempit dan tertutup. Kami juga belum mendapatkan izin serta panduan dari pihak perusahaan untuk menuju titik kebakaran,” kata Robby saat dikonfirmasi.


Kondisi tersebut membuat petugas hanya dapat melakukan pemantauan dari luar kawasan. Upaya penyemprotan air dari jarak jauh dinilai tidak efektif karena pusat api berada di bagian tengah area galangan yang sulit dijangkau.


Situasi semakin kompleks lantaran asap yang terus mengepul mengurangi jarak pandang. Selain itu, suhu panas di sekitar lokasi meningkatkan risiko bagi petugas apabila memaksakan masuk tanpa mengetahui kondisi medan dan tata letak kawasan industri secara rinci.


Hingga dini hari, belum diketahui secara pasti objek yang terbakar. Sejumlah warga menduga sumber api berasal dari bangkai kapal bekas, material galangan, atau tumpukan barang yang telah lama berada di lokasi. Dugaan tersebut mengingatkan warga pada insiden serupa yang pernah terjadi di kawasan yang sama pada Maret 2025.


Penyebab munculnya api juga masih menjadi tanda tanya. Belum ada informasi resmi mengenai kemungkinan korsleting listrik, kelalaian operasional, maupun faktor lainnya. Aparat dari Polsek Pulomerak telah berada di lokasi untuk melakukan pengamanan sekaligus penyelidikan awal.


Petugas kepolisian juga disebut berupaya berkoordinasi dengan manajemen PT Timas Merak agar akses menuju area kebakaran dapat segera dibuka sehingga proses penanganan dapat dilakukan secara optimal.


Di tengah situasi yang belum sepenuhnya terkendali, warga berharap langkah penanggulangan dapat segera dilakukan. Kekhawatiran muncul karena lokasi kejadian berada tidak jauh dari kawasan permukiman dan sejumlah fasilitas umum yang berpotensi terdampak apabila api membesar.


Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi kejadian demi alasan keselamatan. Sejumlah akses jalan di sekitar kawasan juga sempat dibatasi guna memudahkan mobilisasi petugas.


Sampai berita ini ditulis, manajemen PT Timas Merak belum memberikan keterangan resmi mengenai insiden tersebut maupun alasan belum terbukanya akses bagi tim pemadam kebakaran. Sementara itu, petugas gabungan masih bersiaga di sekitar lokasi sambil menunggu koordinasi lebih lanjut agar penanganan dapat dilakukan dan potensi kerugian yang lebih besar dapat dicegah.


(Genta/Red*)

Post a Comment

أحدث أقدم