Puluhan Siswa SD Peradaban ‘Serbu’ Pemkot Cilegon, Belajar Langsung Cara Pemerintahan Bekerja


Cilegon, (KBN.COM) -
Suasana Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon tampak berbeda, Jumat (10/4/2026). Puluhan siswa SD Peradaban Cilegon bersama para guru datang bukan untuk urusan administratif, melainkan menjalani outing class—belajar langsung dari “jantung” pemerintahan.


Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan sistem pemerintahan sejak dini kepada siswa. Tidak hanya sekadar tur, para siswa diajak memahami bagaimana roda birokrasi berjalan, mulai dari peran wali kota dan wakil wali kota hingga fungsi organisasi perangkat daerah (OPD).


Kepala Bagian Umum Setda Kota Cilegon, Riezkha Budhi, menyambut langsung rombongan tersebut. Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk membuka wawasan siswa terhadap dunia pemerintahan yang selama ini hanya mereka kenal lewat buku.


“Kami menyambut baik kunjungan ini. Tujuannya agar anak-anak bisa mengenal sejak dini bagaimana sistem pemerintahan berjalan, sekaligus mendapatkan pengalaman nyata di luar kelas,” ujar Budhi.


Menurutnya, pendekatan belajar di luar kelas seperti ini mampu memberikan pemahaman yang lebih kontekstual. Siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga melihat langsung praktiknya di lapangan.


Program outing class yang dilakukan SD Peradaban Cilegon ini menjadi contoh bagaimana pendidikan mulai bergerak lebih adaptif. Ruang belajar tak lagi terbatas pada kelas, tetapi juga merambah institusi publik sebagai sumber pengetahuan.


Budhi menegaskan, dengan melihat langsung aktivitas di lingkungan Pemkot, siswa dapat memahami struktur, fungsi, dan peran setiap elemen pemerintahan secara lebih utuh.


“Dengan datang langsung ke sini, mereka bisa melihat bagaimana koordinasi antar perangkat daerah, apa tugas ASN, dan bagaimana pelayanan kepada masyarakat dilakukan,” jelasnya.


Di sisi lain, kunjungan ini juga menjadi etalase bagi Pemkot Cilegon dalam menunjukkan komitmen pelayanan publik. Budhi menyebut, pemerintah kota terbuka terhadap kunjungan masyarakat, termasuk dari kalangan pelajar.


Hal ini sejalan dengan visi “Cilegon JUARE” yang digaungkan Wali Kota Robinsar dan Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo—yakni mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk bekerja profesional, saling mendukung, dan melayani masyarakat sepenuh hati.


“Sebagai aparatur pemerintah, tugas utama kami adalah melayani masyarakat. Baik pelayanan dasar maupun khusus harus dijalankan dengan optimal,” tegasnya.


Lebih dari sekadar kunjungan edukatif, kegiatan ini menyimpan pesan penting: membangun kesadaran generasi muda tentang peran pemerintah dan tanggung jawab sebagai warga negara.


Di tengah tantangan literasi dan minimnya pemahaman publik terhadap birokrasi, langkah sederhana seperti ini bisa menjadi investasi jangka panjang. Anak-anak tidak hanya belajar tentang pemerintahan, tetapi juga tentang partisipasi, pelayanan, dan tanggung jawab sosial.


Dari ruang-ruang kantor Pemkot Cilegon, pelajaran itu kini mulai ditanamkan—bahwa negara bukan sesuatu yang jauh, melainkan hadir dan bekerja untuk mereka.


(Yan/Red*)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama