Cilegon, (KBN.COM) – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon kembali menggeber program strategis di sektor pendidikan. Tahun ini, sebanyak 763 kuota Beasiswa Cilegon Juare disiapkan untuk putra-putri daerah, menyasar dua segmen utama: siswa berprestasi dan mereka dari keluarga kurang mampu.
Langkah ini mulai disosialisasikan secara serius. Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Cilegon mengundang para guru Bimbingan Konseling (BK) dari SMA/SMK/MA se-Kota Cilegon dalam forum khusus yang digelar di Aula Setda, Kamis (9/4/2026).
Analis Kebijakan Ahli Muda Kesra Cilegon, Muhammad Ali Irfan, menegaskan bahwa peran guru BK menjadi kunci dalam menyukseskan program ini. Mereka bukan sekadar penyampai informasi, tetapi juga penghubung data calon penerima beasiswa.
“Kita kumpulkan guru-guru BK untuk membantu menginventarisasi siswa, baik yang punya prestasi maupun yang berasal dari keluarga kurang mampu. Mereka ini ujung tombak dan jembatan informasi program beasiswa,” ujar Ali Irfan.
Menurutnya, pendekatan dari “hulu” ini penting agar proses seleksi lebih tepat sasaran. Terlebih, program ini menyasar siswa kelas 12 yang tengah bersiap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Tak tanggung-tanggung, Pemkot Cilegon telah menggandeng 22 perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar Provinsi Banten. Sejumlah kampus ternama masuk dalam daftar, mulai dari Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), hingga Universitas Diponegoro (UNDIP).
Sementara untuk wilayah Banten dan sekitarnya, tersedia pilihan seperti Untirta, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Politeknik Kesehatan, hingga Politeknik Petrokimia Banten.
Pendaftaran beasiswa dijadwalkan dibuka sekitar Juli–Agustus 2026, menyesuaikan dengan rampungnya proses penerimaan mahasiswa baru di masing-masing kampus.
Yang menarik, tahun ini Pemkot Cilegon merombak skema pembiayaan beasiswa menjadi tiga klaster, dengan nilai bantuan yang lebih variatif dan adaptif:
Perguruan Tinggi Negeri (PTN) luar Banten
1.. Kurang mampu: Rp8 juta
2. Berprestasi: Rp6 juta
PTN dalam wilayah Banten (di luar Cilegon)
1. Kurang mampu: Rp6 juta
2. Berprestasi: Rp5 juta
Perguruan Tinggi lokal
1. Kurang mampu: Rp5 juta
2. Berprestasi: Rp4 juta
Ali Irfan menjelaskan, terdapat perbedaan komponen bantuan antara kategori penerima.
“Untuk yang berprestasi, sementara ini difokuskan pada pembiayaan UKT. Sedangkan yang kurang mampu bisa mendapatkan tambahan biaya penunjang seperti kos, makan, dan kebutuhan akademik lainnya,” jelasnya.
Meski kuota terbilang besar, Ali Irfan memastikan proses seleksi tetap dilakukan secara ketat sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini untuk menjamin beasiswa benar-benar diterima oleh mereka yang layak.
Program Beasiswa Cilegon Juare bukan sekadar bantuan pendidikan. Lebih dari itu, ini adalah investasi jangka panjang Pemkot dalam mencetak sumber daya manusia unggul—yang kelak diharapkan kembali berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Di tengah tantangan ekonomi dan tingginya biaya pendidikan, kehadiran program ini menjadi angin segar. Bagi ratusan siswa Cilegon, jalan menuju kampus impian kini terbuka lebih lebar—asal siap bersaing dan memenuhi kriteria.
(Yan/Red*)

إرسال تعليق