Cilegon, (KBN.COM) - Karang Taruna Kota Cilegon mulai menggerakkan mesin organisasi. Tak lagi sekadar wacana, penguatan internal kini dijalankan secara sistematis melalui safari konsolidasi dari tingkat kecamatan hingga kelurahan.
Langkah ini diawali dari Kecamatan Cilegon, Kamis (2/4/2026), yang menjadi titik perdana rangkaian kunjungan organisasi. Bertempat di Saung Bambu Panisan Kuning, agenda tersebut dihadiri unsur lintas sektor—mulai dari Dinas Sosial, pemerintah kecamatan, hingga pengurus Karang Taruna di level akar rumput.
Hadir dalam kegiatan itu Plt Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Cilegon Hadi Haryadi, Camat Cilegon Maman Herman, Lurah Ketileng Hilman Setiaji, Lurah Ciwaduk Nurul Hadiyati, unsur MPKT, serta jajaran pengurus Karang Taruna kota hingga kelurahan.
Ketua Karang Taruna Kota Cilegon, Edi Firmansyah, menegaskan bahwa safari konsolidasi ini bukan agenda seremonial. Ia lahir dari diskusi panjang saat momentum Ramadan—dan kini dijalankan sebagai strategi nyata memperkuat struktur organisasi.
“Ini hasil obrolan saat buka puasa dan silaturahmi Ramadan kemarin. Kita mulai dari Kecamatan Cilegon, dan akan lanjut ke kecamatan lainnya,” ujar Edi.
Menurutnya, penguatan organisasi harus dimulai dari bawah. Kelurahan menjadi titik krusial karena di sanalah denyut aktivitas sosial pemuda berlangsung. Karang Taruna kota, kata dia, hadir sebagai fasilitator yang memastikan roda organisasi di bawahnya tetap bergerak dan terarah.
“Kami berkomitmen berjalan sesuai mekanisme organisasi, sekaligus mendukung program dan visi-misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon,” tegasnya.
Tak hanya itu, Edi juga menyoroti pentingnya mengawal aspirasi anggota di tingkat kelurahan. Ia menyebut, keberhasilan Karang Taruna tidak ditentukan di level kota, melainkan di seberapa kuat basisnya di masyarakat.
“Ujung tombak Karang Taruna ada di kelurahan. Aspirasi teman-teman di bawah akan kami kawal semaksimal mungkin untuk kemajuan organisasi,” lanjutnya.
Dukungan terhadap langkah ini datang dari Dinas Sosial. Plt Kabid Pemberdayaan Sosial, Hadi Haryadi, menilai kepemimpinan Edi Firmansyah membawa energi baru melalui berbagai gebrakan sosial dan konsolidasi organisasi yang lebih rapi.
“Karang Taruna di bawah kepemimpinan Edi cukup aktif. Konsolidasi hingga kecamatan dan kelurahan ini langkah konkret dalam penguatan organisasi,” ujarnya.
Ia memastikan, Dinas Sosial akan terus hadir sebagai pembina fungsional, tidak hanya dalam bentuk dukungan administratif, tetapi juga dalam pengawalan program—terutama yang berkaitan dengan persoalan sosial di masyarakat.
“Kami akan terus mendukung dan mengawal setiap kegiatan. Karang Taruna harus jadi garda depan dalam menyelesaikan persoalan sosial dan menggali potensi di masyarakat,” tegas Hadi.
Apresiasi juga datang dari Camat Cilegon, Maman Herman. Ia menyambut positif langkah jemput bola yang dilakukan Karang Taruna dan menegaskan komitmen pemerintah kecamatan untuk bersinergi.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini. Ke depan, kami siap mendukung kegiatan Karang Taruna, khususnya di wilayah Kecamatan Cilegon,” ujarnya.
Maman menekankan, Karang Taruna memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam struktur Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK). Peran pemuda, menurutnya, menjadi kunci dalam menggerakkan aktivitas sosial dan pembangunan berbasis masyarakat.
“Karang Taruna adalah ujung tombak pemuda dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Ini harus terus dibina dan disinergikan dengan program pemerintah,” tutupnya.
Safari ini menjadi sinyal tegas: Karang Taruna Cilegon tak ingin berjalan di tempat. Konsolidasi diperkuat, basis diperluas, dan peran sosial dipertegas—menuju organisasi kepemudaan yang lebih solid, responsif, dan berdampak nyata.
(Yan/Red*)

Posting Komentar