Halal Bihalal PCNU Cilegon: Menjaga Tradisi, Mengawal Investasi, dan Menguatkan Ekonomi Umat


Cilegon, (KBN.COM) —
Di tengah derasnya arus investasi industri yang terus mengalir ke Kota Baja, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cilegon mengambil peran strategis: menjaga tradisi, merawat ukhuwah, sekaligus memastikan masyarakat tidak tertinggal dalam pusaran pembangunan.


Momentum itu tercermin dalam kegiatan Halal Bihalal PCNU Cilegon yang digelar di Pondok Pesantren Darul Mustofa, Martapura, Selasa (14/4/2026). Mengusung tema “Memperkuat Ukhuwah Islamiyah Jam’iyah Nahdliyin Cilegon”, acara ini bukan sekadar seremoni pasca-Lebaran, melainkan forum konsolidasi sosial, keagamaan, dan ekonomi.


Sejumlah tokoh penting hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya KH Ma’ruf Amin (Wakil Presiden RI 2019–2024), jajaran Forkopimda, pimpinan industri, serta para ulama dan masyarakat Nahdliyin.


Ketua pelaksana, Fatulloh, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang mempererat silaturahmi sekaligus memperkokoh soliditas warga NU di tengah perubahan zaman.


“Alhamdulillah, kegiatan ini bisa terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, termasuk dunia industri. Ini menjadi bukti bahwa sinergi antara ulama, masyarakat, dan sektor industri bisa berjalan seiring,” ujarnya.


Ia juga mengingatkan bahwa di tengah pesatnya industrialisasi, nilai-nilai dan tradisi NU tidak boleh tergerus.


“NU harus tetap menjadi penjaga nilai. Modernisasi boleh berjalan, tapi identitas ke-NU-an harus tetap kokoh,” tegasnya.


Senada dengan itu, Ketua PCNU Cilegon, Erik Rebi’in, menyoroti pentingnya keseimbangan antara investasi dan kesejahteraan masyarakat lokal. Menurutnya, geliat industri harus berdampak langsung pada penguatan ekonomi umat, khususnya kalangan bawah.


“Investasi besar tidak boleh hanya dinikmati segelintir pihak. Harus ada keberpihakan kepada masyarakat, termasuk para kiai dan pesantren,” ujarnya.


Ia mendorong agar program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) benar-benar menyasar kebutuhan dasar masyarakat serta mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis pesantren.


“Santri hari ini harus dibekali soft skill. Mereka bukan hanya penerus ulama, tapi juga motor penggerak ekonomi umat,” katanya.


Lebih jauh, Erik menegaskan bahwa NU akan terus mengambil peran sebagai mitra kritis pemerintah dalam mengawal pembangunan, baik di tingkat daerah maupun pusat.


“Kami mendukung pembangunan, tapi juga memastikan masyarakat Nahdliyin tidak tersingkir di tanahnya sendiri,” tegasnya.


Dari tingkat pusat, Ketua Bidang OKK PBNU, KH Mohammad Faisal, memberikan apresiasi atas kinerja PCNU Cilegon yang dinilai aktif dan progresif. Ia menyebut kepemimpinan yang solid menjadi kunci kuatnya gerakan organisasi di daerah.


“PCNU Cilegon menunjukkan bahwa dinamika organisasi tidak menjadi hambatan. Justru menjadi energi untuk terus bergerak dan melakukan kaderisasi secara masif,” ujarnya.


Faisal juga menekankan pentingnya peran NU dalam merespons perkembangan industri di Cilegon.


“NU harus hadir sebagai pengawal, agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton di tengah ekspansi industri besar,” katanya.


Kehadiran KH Ma’ruf Amin dalam kegiatan ini menjadi penguat moral sekaligus simbol pentingnya kolaborasi antara ulama, umara, dan pelaku industri. Dalam pesannya, ia mendorong warga Nahdliyin untuk aktif mengambil peran dalam pembangunan, khususnya dalam pengembangan ekonomi syariah.


Halal bihalal ini pun menjadi lebih dari sekadar tradisi tahunan. Ia menjelma menjadi ruang strategis untuk merumuskan arah masa depan: bagaimana menjaga nilai, memperkuat persatuan, dan memastikan kesejahteraan umat tetap menjadi tujuan utama di tengah laju industrialisasi Cilegon yang kian pesat.


(Yan/Red*)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama