Serang, (KBN.COM) — Konsolidasi alumni menjadi kunci menjaga keberlanjutan kaderisasi. Semangat itu yang kini ditegaskan melalui pembentukan Forum Alumni HMI Ushada (FAHMI Ushada) sebagai wadah strategis yang menjembatani alumni dengan kader aktif HMI Komisariat Ushada UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Deklarasi forum tersebut digelar di Vila Kaong, Kota Serang, Minggu (12/4/2026), dengan dihadiri lintas generasi alumni serta pengurus kader aktif. Momentum ini bukan sekadar temu kangen, tetapi langkah serius merajut kembali jejaring intelektual dan gerakan yang selama ini tersebar.
Pembentukan FAHMI Ushada dipandang sebagai upaya memperkuat fondasi organisasi, terutama dalam menghadapi tantangan kaderisasi di era yang semakin dinamis. Forum ini hadir untuk memastikan kesinambungan nilai, tradisi intelektual, serta arah gerakan tetap terjaga.
Inisiator forum, M. Samsul Hidayat—akrab disapa Maci—menegaskan bahwa FAHMI Ushada bukan hanya ruang silaturahmi, tetapi juga simpul strategis penguatan organisasi.
“Forum ini kita bentuk untuk merangkul seluruh alumni HMI Ushada yang tersebar di berbagai daerah, baik di Banten maupun luar daerah. Tujuannya jelas, memperkuat silaturahmi sekaligus menjadi jembatan bagi adik-adik komisariat dalam menunjang proses pengkaderan,” ujarnya.
Samsul yang merupakan mantan Presiden Mahasiswa UIN SMH Banten 2017 dan eks Ketua Umum HMI Komisariat Ushada (2015) menilai, peran alumni selama ini belum terorganisir secara optimal. Padahal, kontribusi alumni sangat vital dalam memperkuat arah gerak komisariat.
Melalui FAHMI Ushada, ia berharap terbentuk ruang pertukaran gagasan, informasi, hingga peluang kolaborasi yang mampu mendorong kemajuan kader dan organisasi secara berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar forum formal. Kita ingin ada agenda konkret, minimal tiga bulan sekali, agar komunikasi dan kontribusi alumni benar-benar hidup dan dirasakan manfaatnya,” tegasnya.
Lebih jauh, FAHMI Ushada diproyeksikan menjadi motor penggerak agenda besar alumni ke depan. Mulai dari penguatan kapasitas kader, pengembangan jejaring profesional, hingga kontribusi nyata dalam ruang sosial dan pembangunan daerah.
Dengan terbentuknya forum ini, alumni HMI Ushada diharapkan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Sebaliknya, mereka terkonsolidasi dalam satu barisan yang solid—menguatkan kaderisasi, menjaga tradisi intelektual, dan memastikan estafet kepemimpinan tetap berjalan.
FAHMI Ushada pun menjadi penanda: bahwa silaturahmi bukan sekadar seremoni, melainkan energi kolektif untuk membangun masa depan organisasi yang lebih progresif dan berdampak.
(Yan/Red*)

إرسال تعليق