Baznas Salurkan Rp10 Juta untuk Renovasi Masjid Al-Istiqomah, DKM Apresiasi Dukungan Pemkot


Cilegon (KBN.COM) –
Dukungan konkret terhadap pembangunan rumah ibadah kembali ditegaskan Pemerintah Kota Cilegon dalam agenda Tarawih Berkunjung (Tarjung) di Kelurahan Pabean. Melalui Baznas Kota Cilegon, bantuan sebesar Rp10 juta disalurkan untuk mendukung percepatan renovasi Masjid Al-Istiqomah yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.


Bantuan tersebut menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat fungsi masjid, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan sosial.


Tak hanya dari Pemkot, dukungan juga datang dari Komandan Kodim 0623/Cilegon, camat, serta lurah setempat yang turut ambil bagian membantu pembangunan. Keterlibatan lintas unsur ini memperlihatkan sinergi nyata di tingkat lokal.


Wali Kota Cilegon, Robinsar, menegaskan bahwa nilai bantuan bukan sekadar angka, melainkan bentuk kepedulian bersama agar masjid segera dapat dimanfaatkan masyarakat secara maksimal.


“Bukan soal besar kecilnya bantuan, tapi niat dan keikhlasan untuk membantu. Semoga pembangunan masjid ini segera selesai dan bisa dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujarnya.


Ketua DKM Al-Istiqomah, Hasan Sadeli, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah. Ia menegaskan bahwa pengurus berkomitmen memakmurkan masjid sejalan dengan visi daerah menjadikan rumah ibadah sebagai pusat peradaban.


“Kami berkomitmen meningkatkan pelayanan ibadah dan memakmurkan masjid. Ini sejalan dengan visi Wali Kota untuk menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat,” ujar Hasan.


Meski bangunan belum rampung, aktivitas keagamaan tetap berjalan. Bagi warga, Masjid Al-Istiqomah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai sosial.


“Kami ingin suasana ini membawa perubahan hati. Keamanan dan kenyamanan lingkungan harus kita jaga untuk masa depan anak cucu,” tegasnya.


Bantuan Rp10 juta melalui Baznas menjadi suntikan awal yang diharapkan mampu mempercepat proses renovasi. Di bulan Ramadan, momentum ini sekaligus mempertegas bahwa pembangunan spiritual dan sosial harus berjalan beriringan—dengan gotong royong sebagai fondasinya.


(Yan/Red*)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama