Setahun Robinsar–Fajar Pimpin Cilegon: Diuji Defisit, Janji Kampanye Diklaim Nyaris Tuntas


Cilegon, (KBN.COM) -
Satu tahun pertama kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon, Robinsar–Fajar, dinilai berjalan dengan akselerasi tinggi. Di tengah tekanan defisit APBD dan struktur birokrasi yang belum sepenuhnya solid sejak awal masa jabatan Februari 2025, duet ini disebut tetap “tancap gas” merealisasikan janji kampanye.


Pengamat kebijakan publik sekaligus akademisi dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Syaeful Bahri, bahkan memberikan penilaian 95 persen atas kinerja satu tahun pemerintahan tersebut.


“Ini bukan penilaian politis. Ini berbasis data dan capaian nyata di lapangan,” tegas Syaeful.


Menurutnya, dari 17 janji politik yang disampaikan saat kampanye, sekitar 90 persen telah direalisasikan atau masuk tahap eksekusi konkret.


Pangan Murah: 18 Operasi Pasar, Harga Dikawal


Janji soal stabilitas harga pangan tak berhenti pada slogan. Pemerintah Kota Cilegon tercatat telah menggelar 18 kali operasi pasar di delapan kecamatan.


Langkah ini menjadi instrumen pengendali harga bahan pokok, terutama saat tekanan ekonomi meningkat. Intervensi tersebut dinilai efektif menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.


Dalam konteks ekonomi daerah yang fluktuatif, kebijakan operasi pasar menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak pasif menghadapi gejolak harga.


BLK Modern dan Pelatihan Kerja: Menyiapkan SDM Kompetitif


Modernisasi Balai Latihan Kerja (BLK) juga mulai menunjukkan progres terukur. Data yang dihimpun menyebutkan:


• 30 peserta pelatihan bersertifikat


• 64 peserta pelatihan K3


• Total 190 peserta mengikuti pelatihan kerja melalui berbagai kolaborasi


• Pelatihan profesi seperti security terealisasi hingga 90 persen


Program ini diproyeksikan sebagai fondasi pengurangan pengangguran dan peningkatan daya saing tenaga kerja lokal di Kota Baja.


UMKM Bergerak: 604 Pelaku Usaha Terima Bantuan


Di sektor ekonomi kerakyatan, angka penerima manfaat terbilang signifikan. Sebanyak 604 pelaku usaha mikro mendapat bantuan, sementara 119 pelaku UMKM difasilitasi akses Kredit Usaha Rakyat (KUR).


Dorongan ini menjadi strategi memperkuat struktur ekonomi lokal berbasis usaha kecil dan menengah, sekaligus bantalan menghadapi tekanan ekonomi makro.


Beasiswa dan Infrastruktur: Akses Pendidikan & Jalan Digenjot


Program beasiswa Jogo Juara telah menyasar 505 pelajar, membuka ruang akses pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda Cilegon.


Sementara itu, pembangunan dan perbaikan jalan terus dikebut, termasuk dukungan terhadap Jalan Lingkar Selatan. Meski sebagian pembiayaan bersumber di luar APBD, komitmen eksekutif dinilai menjadi faktor kunci agar proyek tetap berjalan.


RTLH hingga Pusat Kreatif Anak


Sebanyak 151 unit rumah tidak layak huni (RTLH) telah diperbaiki. Di sisi lain, program Pusat Kreatif Anak yang menjadi salah satu janji politik kini memasuki tahap Detail Engineering Design (DED) dan penganggaran.


Artinya, secara perencanaan, program tersebut telah bergerak menuju tahap implementasi.


BPJS Gratis 98 Persen, 4.181 Non-ASN Jadi PPPK


Program BPJS gratis untuk warga kurang mampu tercatat menyentuh 1.380 penerima atau sekitar 98 persen dari target.


Di sektor birokrasi, transformasi 4.181 pegawai non-ASN menjadi PPPK disebut telah terealisasi penuh. Kebijakan ini dianggap sebagai langkah signifikan dalam penataan aparatur dan kepastian status kepegawaian.


Insentif RT/RW hingga Guru Ngaji


Pemerintah juga mengalokasikan insentif bagi unsur pelayanan masyarakat:


• 2.600 kader


• 1.508 Ketua RT


• 1.400 guru ngaji


• 1.222 tenaga lainnya


Bahkan, honor bagi Ketua DKM dan pekerja sosial yang sebelumnya belum tersedia, telah masuk dalam penganggaran 2026.


Kebersihan, Festival Internasional, hingga Umrah Gratis


Program kebersihan dijalankan di 43 kelurahan dengan 40 sarana kebersihan tambahan di titik strategis.


Festival seni dan budaya bertaraf internasional juga sukses digelar sebagai upaya memperkuat identitas budaya Cilegon di level global.


Sementara program umrah gratis telah masuk tahap perencanaan anggaran 2026.


Diuji Defisit, Pemimpin Turun ke Lapangan


Syaeful menekankan, capaian tersebut diraih saat kondisi APBD mengalami defisit di awal masa jabatan dan sejumlah kepala dinas masih berstatus pelaksana tugas (Plt).


Di luar angka-angka program, gaya kepemimpinan juga menjadi sorotan. Saat banjir melanda sejumlah wilayah, wali kota disebut turun langsung ke lapangan hingga malam hari.


“Yang dinilai masyarakat bukan sekadar angka, tetapi kehadiran pemimpin di tengah persoalan,” ujarnya.


95 Persen: Klaim Berbasis Data


Dari total 17 janji politik, mayoritas telah terealisasi dan sisanya berada dalam tahap perencanaan matang.


“Atas dasar data tersebut, kami berani memberi nilai 95 persen untuk satu tahun kepemimpinan Robinsar–Fajar,” tegas Syaeful Bahri.


Di tengah tantangan fiskal dan konsolidasi birokrasi, satu tahun kepemimpinan ini dinilai menjadi pembuktian bahwa janji politik tidak selalu berakhir sebagai arsip kampanye. Bagi pendukungnya, ini adalah fase konsolidasi menuju lompatan lebih besar. Bagi publik, waktu akan menjadi penguji paling objektif.


(Yan/Red*)

Post a Comment

أحدث أقدم