Cilegon, (KBN.COM) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus mengakselerasi peran zakat sebagai instrumen penggerak ekonomi umat. Di Kota Cilegon, BAZNAS resmi meluncurkan Program Ekonomi Z-Mart dan Z-Auto, sebuah skema pemberdayaan berbasis usaha ritel dan bengkel yang ditujukan untuk mendorong pelaku usaha kecil keluar dari garis ketergantungan bantuan.
Sebanyak 65 pelaku usaha mikro dan kecil di Kota Cilegon—terdiri dari pengelola Warung Z-Mart dan bengkel Z-Auto—resmi menerima bantuan dalam peluncuran yang digelar di Aula Setda Kota Cilegon, Selasa (10/2/2026). Program ini merupakan bantuan langsung dari BAZNAS RI, didampingi BAZNAS Provinsi Banten dan BAZNAS Kota Cilegon.
Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Prof. Wawan Wahyudin, mengapresiasi langkah progresif BAZNAS Cilegon yang dinilainya konsisten menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan, bukan sekadar santunan.
“Hari ini kita bersyukur kepada Allah SWT. BAZNAS tidak hanya bergerak di sektor penghimpunan zakat, tetapi juga pada transformasi sosial—mengubah mustahik menjadi muzaki. Itulah ruh besar program Z-Mart dan Z-Auto,” ujar Prof. Wawan.
Ia menjelaskan, bantuan bagi Cilegon sejatinya telah diajukan sejak 2025, namun baru terealisasi secara penuh pada 2026. Seluruhnya disalurkan kepada 65 penerima manfaat yang telah diverifikasi oleh BAZNAS RI.
Menariknya, bantuan ini tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan berupa aset produktif. Untuk Z-Mart, penerima memperoleh rak etalase, paket produk dagangan, serta sistem pasok yang terhubung dengan jaringan ritel modern seperti Alfamart dan Alfamidi. Sementara untuk Z-Auto, penerima mendapat peralatan bengkel dan perlengkapan operasional.
Skema ini dirancang agar bantuan tidak habis dikonsumsi, tetapi terus berputar sebagai mesin ekonomi keluarga.
“Program ini berkelanjutan. Kalau dikelola dengan baik, satu, dua, hingga empat tahun ke depan, usaha ini bisa tumbuh besar. Kelola dengan amanah, insya Allah penuh keberkahan,” tegas Prof. Wawan.
Ia juga mengajak insan pers untuk mengambil peran sebagai “mujahid informasi” dengan menyebarkan kabar-kabar positif yang membangun optimisme publik terhadap ekonomi umat.
Ketua BAZNAS Kota Cilegon, Fajri Ali, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar seremonial. Setiap penerima manfaat akan didampingi dan dipantau secara intensif oleh tim pendamping BAZNAS untuk memastikan bantuan benar-benar digunakan sesuai tujuan.
“Peralatan dan fasilitas yang diberikan harus dipakai untuk mengembangkan usaha, bukan untuk hal lain. Kami akan memantau perkembangan mereka setelah bantuan ini turun,” kata Fajri.
Ia juga menegaskan bahwa BAZNAS Cilegon tidak menentukan siapa yang menerima bantuan, karena seluruh penerima telah ditetapkan oleh BAZNAS RI berdasarkan kriteria mustahik produktif.
“Kami hanya memfasilitasi dan memastikan program ini sampai ke masyarakat Cilegon yang benar-benar berhak. Dan kami yakin program ini akan berdampak besar bagi ekonomi warga,” pungkasnya.
Peluncuran Z-Mart dan Z-Auto di Cilegon menandai pergeseran paradigma zakat: dari sekadar bantuan konsumtif menuju investasi sosial yang produktif. Di tangan 65 pelaku usaha kecil ini, zakat kini menjelma menjadi modal harapan—menggerakkan roda ekonomi dari lorong sempit kemiskinan menuju jalan terang kemandirian.
(Yan/Red*)

إرسال تعليق