Rizki Khairul Ichwan: Banjir Cilegon Sinyal Masalah Tata Kelola Lingkungan


CILEGON, KBN.COM
— Ketua DPRD Kota Cilegon, Rizki Khairul Ichwan, menilai banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Kota Cilegon belum dapat dikategorikan sebagai bencana struktural. Namun, ia mengingatkan adanya potensi masalah struktural yang harus segera dievaluasi secara menyeluruh oleh pemerintah lintas tingkat.

“Ini memang bukan bencana struktural, tapi ada potensi ke arah sana. Kalau tidak segera dievaluasi, dampaknya bisa semakin serius,” kata Rizki dalam konferensi pers di Aula Setda II Kota Cilegon, Sabtu, 3 Januari 2026.


Menurut Rizki, berdasarkan hasil analisis sementara, banjir terjadi akibat kombinasi curah hujan tinggi, pasang laut saat fase purnama, serta kemungkinan perubahan kondisi ekologis di sejumlah wilayah. Faktor-faktor tersebut menyebabkan aliran air tidak tertampung secara optimal dan meluap ke permukiman warga.


“BMKG mencatat curah hujan cukup tinggi. Ditambah lagi kondisi pasang laut. Ini memperberat sistem aliran air yang ada,” ujarnya.


Rizki mengatakan, DPRD Kota Cilegon mendorong agar persoalan banjir tidak hanya dilihat sebagai kejadian musiman, melainkan sebagai sinyal perlunya evaluasi tata kelola lingkungan dan infrastruktur. Ia menyebut DPRD akan mengajak Pemerintah Kota Cilegon, unsur TNI-Polri, serta pihak terkait lainnya untuk bersama-sama berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten.


“Kewenangan banyak berada di tingkat provinsi. Karena itu, kami mendorong agar evaluasi dilakukan secara menyeluruh dan lintas pemerintahan,” katanya.


Ia juga menyoroti kondisi banjir yang terjadi, di mana air bercampur lumpur menggenangi jalan dan rumah warga. Menurutnya, fenomena ini tidak bisa dilepaskan dari aktivitas manusia, termasuk kegiatan pertambangan dan perubahan fungsi lahan.


“Kita lihat sendiri air banjir bercampur lumpur, baik di jalan maupun di rumah warga. Ini harus menjadi perhatian serius. Semua aspek harus dievaluasi agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Rizki.


Rizki berharap penanganan banjir di Cilegon dapat segera dilakukan secara komprehensif, mengingat wilayah terdampak berada dekat dengan kawasan permukiman dan pusat aktivitas ekonomi warga.


“Ini kota kita bersama. Evaluasi harus dilakukan sekarang supaya ke depan Cilegon tidak terus-menerus menghadapi persoalan yang sama,” katanya.



(Yan/Red*)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama