Musrenbangkel Ketileng 2026 Fokuskan Akses Jalan dan Drainase Lingkungan


Cilegon, (KBN.COM) –
Pemerintah Kelurahan Ketileng, Kecamatan Cilegon, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Musrenbangkel) Tahun Anggaran 2026 di Aula Kelurahan Ketileng, Jumat (30/1/2026). Forum tahunan ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan aspirasi warga, dengan fokus utama pada peningkatan akses jalan menuju Kantor Kelurahan serta penanganan drainase lingkungan.


Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Ketileng Hilman Setiaji, Camat Cilegon Maman Herman, perwakilan Tim Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Dicky, unsur LPM, para Ketua RW dan RT se-Kelurahan Ketileng, serta tokoh masyarakat.


Lurah Ketileng Hilman Setiaji menegaskan bahwa Musrenbangkel merupakan tahap krusial dalam siklus perencanaan pembangunan daerah, karena menjadi pintu masuk seluruh aspirasi warga yang dihimpun dari tingkat RT dan RW.


“Musrenbangkel ini adalah tahapan paripurna dari seluruh usulan masyarakat. Tugas kita bersama memastikan kebutuhan warga benar-benar terakomodasi dan dikawal sampai ke tingkat kota,” ujar Hilman.


Hilman mengungkapkan bahwa pada 2026, Pemerintah Kelurahan Ketileng memprioritaskan peningkatan struktur jalan utama menuju Kantor Kelurahan. Akses tersebut dinilai belum layak sebagai jalur pelayanan publik dan aktivitas pemerintahan.


Rencana pembangunan akan diawali dengan pembebasan lahan sepanjang kurang lebih 789 meter dengan lebar 10 meter. Sebanyak sekitar 12 rumah diperkirakan terdampak dan saat ini telah memasuki tahap pendataan serta penghitungan.


“Ini bukan sekadar jalan, tapi wajah pelayanan publik. Kalau aksesnya baik, pelayanan kepada masyarakat juga akan lebih cepat dan nyaman,” tegas Hilman.


Selain akses jalan, persoalan drainase dan banjir juga menjadi perhatian utama. Wilayah Ketileng, khususnya yang berbatasan dengan kawasan Perumnas, kerap terdampak genangan saat hujan deras dan cuaca ekstrem.


Pemerintah kelurahan bersama kecamatan terus melakukan inventarisasi titik rawan banjir untuk diusulkan penanganannya dalam program pembangunan 2026.


Hilman berharap adanya dukungan dari para anggota DPRD Kota Cilegon untuk mengawal realisasi pembangunan infrastruktur tersebut, terutama dalam aspek penganggaran dan kebijakan.


“Kami berharap para dewan dapat ikut mendorong dan mengawal usulan pembangunan jalan dan drainase ini, karena menyangkut akses pelayanan pemerintahan dan kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.


Camat Cilegon Maman Herman dalam arahannya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tetap optimistis dan realistis dalam menyusun prioritas pembangunan di tengah keterbatasan anggaran.


“Kita harus fokus pada kebutuhan, bukan keinginan. Jalan dan drainase adalah kebutuhan mendesak bagi warga Ketileng, terutama di wilayah yang rawan banjir,” katanya.


Ia memastikan bahwa seluruh usulan prioritas hasil Musrenbangkel akan dikawal di tingkat kecamatan dan diteruskan ke perangkat daerah terkait agar bisa direalisasikan sesuai kemampuan fiskal pemerintah.


Musrenbangkel Ketileng 2026 ditutup dengan komitmen bersama untuk mengawal hasil musyawarah agar benar-benar menjadi dasar pembangunan yang berpihak pada masyarakat. Dengan kolaborasi antara pemerintah, wakil rakyat, dan warga, Kelurahan Ketileng diharapkan mampu menghadirkan lingkungan yang lebih tertata, aman, dan mendukung pelayanan publik yang prima.


(Yan/Red*)

Post a Comment

أحدث أقدم