CILEGON, KBN.COM — Kepedulian pemuda terhadap persoalan kemanusiaan kembali ditunjukkan Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Cilegon. Ketua DPD KNPI Cilegon, Ari Irmawan, secara tegas mengajak pemuda, pemudi, serta mahasiswa untuk turun langsung membantu warga yang terdampak banjir di sejumlah wilayah Kota Cilegon.
Ajakan tersebut disampaikan Ari Irmawan saat meninjau dapur umum di kawasan Perumnas Cilegon, Minggu (4/1/2026). Kehadiran KNPI di lokasi bencana bukan sekadar simbolis, melainkan wujud nyata keterlibatan pemuda dalam merespons kondisi darurat yang dialami masyarakat.
“Sejak hari pertama banjir, kami sudah turun langsung. Saya bersama bendahara, sekretaris jenderal, wakil ketua, dan sejumlah pengurus KNPI ikut membantu dan meninjau langsung kondisi warga terdampak,” ujar Ari.
Menurutnya, banjir yang melanda Cilegon dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang terjadi bersamaan dengan pasang air laut serta kiriman air dari wilayah lain. Kondisi tersebut menyebabkan luapan air di sejumlah titik, terutama di Kecamatan Ciwandan dan sekitarnya.
“Kemarin kami juga berada di Ciwandan, awalnya dalam agenda penertiban bangunan liar. Namun ternyata terjadi banjir besar akibat hujan deras, ditambah pasang laut dan kiriman air. Air meluap dan berdampak luas. Kami langsung bergerak bersama pemerintah daerah, termasuk Pak Wali Kota,” ungkapnya.
Ari menjelaskan, fokus awal KNPI adalah mendirikan dapur umum bekerja sama dengan Dinas Sosial untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi. Pada hari kedua, KNPI melanjutkan aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan makanan ke Lingkungan Karang Tengah, Kelurahan Kedaleman, yang saat itu masih terendam banjir.
“Di hari kedua, banjir belum juga surut, terutama di Karang Tengah. Kami kirimkan makanan tadi malam. Sekarang, di hari berikutnya, kami fokus pada kegiatan bersih-bersih pascabanjir di Kecamatan Cibeber, tepatnya di Lingkungan Sambirata,” jelas Ari.
Kegiatan pemulihan tersebut melibatkan berbagai elemen kepemudaan, mulai dari Karang Taruna, organisasi kepemudaan lainnya, mahasiswa, hingga Keluarga Siaga Bencana (KSB) Kota Cilegon. Sinergi lintas komunitas ini, kata Ari, menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pemulihan pascabencana.
“Ini adalah bentuk kepedulian kita bersama. Ada yang sempat menyindir, jangan hanya kirim bantuan ke daerah lain yang jauh. Justru kota sendiri, kota tercinta ini, juga sangat membutuhkan uluran tangan,” tegasnya.
Ari menekankan bahwa keterlibatan langsung pemuda di lapangan merupakan cerminan semangat gotong royong dan tanggung jawab sosial. Ia berharap, kehadiran pemuda dan mahasiswa dapat memberikan energi positif sekaligus membantu meringankan beban warga yang terdampak.
“Kami mengajak seluruh pemuda, pemudi, dan mahasiswa untuk turun langsung. Bukan hanya mengirim bantuan, tapi hadir, bekerja bersama warga, membersihkan lingkungan, dan memulihkan kondisi pascabencana. Inilah gotong royong yang sesungguhnya,” pungkas Ari Irmawan.
(Yan/Red*)

Posting Komentar