CILEGON, KBN.COM — Semangat gotong royong dan solidaritas sosial kembali ditunjukkan elemen pemuda di Kota Cilegon. Karang Taruna Kota Cilegon bersama KNPI Cilegon, BEM Kota Cilegon, Keluarga Siaga Bencana (KSB), serta mahasiswa pecinta alam turun langsung membantu warga terdampak banjir di Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber, Minggu (4/1/2025).
Meski banjir telah surut, dampak yang ditinggalkan masih membekas. Endapan lumpur, sampah, dan sisa kotoran masih menutup akses jalan serta mengotori rumah-rumah warga. Kondisi tersebut mendorong para pemuda untuk bergerak cepat melakukan aksi bersih-bersih lingkungan sebagai bagian dari pemulihan pascabanjir.
Ketua Karang Taruna Kota Cilegon, Edi Firmansyah, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata pemuda terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
“Walaupun banjirnya sudah surut, namun masih menyisakan banyak kotoran di lingkungan rumah warga. Karena itu hari ini kami turun langsung membersihkan rumah-rumah warga dan akses jalan di Lingkungan Sambi Rata, Kelurahan Cibeber,” ujar Edi di sela kegiatan.
Dalam aksi tersebut, tim gabungan menyasar sedikitnya sembilan rumah warga yang terdampak paling parah. Para relawan membersihkan lumpur, menyemprot sisa kotoran, serta membantu warga menata kembali rumah agar dapat kembali ditempati dengan nyaman.
“Alhamdulillah, warga merasa sangat terbantu. Setelah ini kami akan bergeser ke Lingkungan Kadipaten. Aksi ini merupakan bentuk solidaritas kami sebagai pemuda Cilegon untuk masyarakat yang terdampak banjir,” tambahnya.
Tak hanya mengandalkan tenaga relawan, Karang Taruna dan mitra juga menurunkan bantuan air bersih guna mempercepat proses pembersihan. Bantuan tersebut disalurkan menggunakan dua unit kendaraan, yakni satu mobil operasional dan satu mobil tangki berkapasitas 8 ton air.
“Kebutuhan paling mendesak saat ini adalah air bersih dan tenaga untuk membersihkan lingkungan. Karena itu air bersih kami turunkan langsung ke lokasi,” jelas Edi.
Sekitar 100 relawan terlibat dalam kegiatan sosial tersebut. Rinciannya, sekitar 40 orang berasal dari Karang Taruna Kota Cilegon, sementara sisanya merupakan gabungan mahasiswa, KNPI, serta organisasi kepemudaan lainnya.
Edi menegaskan, aksi kemanusiaan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan pascabanjir. Pihaknya berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Cilegon dan pemerintah kelurahan dalam membantu masyarakat.
“Ke depan kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk turun langsung membantu warga terdampak. Selain tenaga dan air bersih, kebutuhan lain seperti sembako juga masih sangat dibutuhkan,” ungkapnya.
Ia pun berharap seluruh elemen, termasuk BAZNAS Kota Cilegon serta pihak industri, dapat ikut berpartisipasi membantu warga yang belum tersentuh bantuan.
“Masih ada warga yang mengadu belum mendapatkan bantuan. Kami berharap semua pihak bisa bersama-sama hadir membantu masyarakat,” pungkas Edi.
Aksi kolaboratif lintas organisasi ini menjadi bukti bahwa kepedulian dan semangat gotong royong pemuda Cilegon tetap hidup, hadir di tengah masyarakat, dan menjadi kekuatan penting dalam penanganan serta pemulihan bencana di daerah.
(Yan/Red*)

Posting Komentar